Aida menghembuskan nafas pelahan. Pertemuan tidak sengaja dengan Firman membuat dia tidak bisa memejamkan matanya.
Dari kecil mereka bermain dan tumbuh besar bersama sama sudah tentu sosok sahabatnya itu melekat erat pada sisi lain hatinya.
Rumah Aida dan Firman hanya berjarak 2 rumah. Ibu bapak mereka pun juga akrab hubungannya. Hampir sebagian besar waktu mereka habiskan bersama.
Firman kecil selalu datang ke rumah pagi pagi untuk berangkat sekolah bareng naik sepeda mini Aida.
Pulang sekolah pun kadang masih mengerjakan pe er bersama ataupun prakarya.
Firman pendiam tapi perhatian dengan teman. Anaknya pintar sehingga Aida merasa terbantu kalau ada tugas dari sekolahan.
Sudah biasa Aida ataupun Firman bermain lama di rumah masing masing. Hingga akhirnya ayah ibunya mengajak pindah ke Jogjakarta dan akhirnya menetap disana sampai dia menikah dengan Bayu kakak tingkatnya .
Aida sebetulnya suka sama Firman dulunya. Tapi dia malu dengan perasaannya sendiri. Firman sepertinya hanya menganggap dia sebagai sahabat dan tidak lebih. Dia sembunyikan rapat rapat cinta pertamanya pada Firman. Hingga akhirnya dia bertemu Bayu mantan suaminya itu.
Bayu adalah lelaki yang memenuhi kriteria suami idamannya. Dengan kulit sawo matang dan wajah yang enak dilihat serta pembawaannya yang pendiam dan tenang mengingatkannya pada sosok Firman.
Mereka menjalin kasih selama setahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.
Tapi sayang, dalam perjalanan pernikahan baru ketahuan kalau Bayu orangnya temperamental.
Dia mudah tersulut emosinya dan mengakibatkan tangan dan kakinya mudah melayang ke arah tubuhnya.
Dia keguguran sampai 2 kali gara gara kekejaman suaminya itu.
Cintanya besar kepada istrinya tetapi dia terlalu posesif dan otoriter sehingga membuat hati Aida tidak tenang dan was was.
Kekerasan yang dilakukan suaminya bertambah ketika dia di PHK perusahaannya gara gara dia memukul teman kerjanya hingga masuk rumah sakit. Entah apa yang jadi permasalahannya.
Puncaknya ketika dia menunggu jemputan Bayu dan dihampiri oleh teman kerja laki lakinya diajak ngobrol sambil menunggu suaminya datang.
Bayu yang melihat itu diam saja . Tetapi sampai di rumah dia dihajar habis habisan.
Saat itulah dengan sisa keberaniannya dia nekat pulang ke rumah orang tuanya ketika Bayu tertidur. Dia sudah tidak kuat menerima perlakuan kejam suaminya.
Tengah malam datang dengan keadaan lebam dan awut awutan membuat ayahnya naik pitam. Langsung dia dibawa ke rumah sakit untuk berobat dan di visum sekalian.
Dengan senjata itulah akhirnya Aida bisa mengurus perceraian nya dibantu oleh pengacara.
Bayu marah marah tidak terima, tetapi buktinya memang ada KDRT yang memberatkannya. Hingga akhirnya dia harus rela melepas istri yang sudah dinikahinya selama 8 tahun.
Setelah bercerai Aida keluar dari pekerjaannya dan mendapat pekerjaan baru di Surabaya sebulan
yang lalu hingga peristiwa beberapa hari lalu terjadi.
Dia bertemu mantan suaminya yang sedang belanja di Hypermarket yang ada di Mal dan kebetulan Aida juga sedang belanja bulanan.
Sontak Aida lari meninggalkan keranjang belanjanya dan berakhir dengan bertemu Firman.
Aida merasa bahagia tapi juga ada sedikit nyeri di hati ketika Firman menceritakan istri dan anak anaknya.
Dia lihat foto profil Firman bersama keluarganya di no kontak WA. Perempuan yang cantik berkerudung dengan dua anak yang cantik dan tampan.
Terlihat begitu bahagia keluarganya. Tak terasa air mata Aida menetes pelan.