Bahagia Punya Kita

1076 Kata
Dalam bekerja, Firman selalu fokus dan bersungguh sungguh. Dengan ikhtiar dan kerja kerasnya serta doa yang selalu disematkan dalam setiap sujud panjangnya, Allah memberi begitu banyak nikmat padanya sekeluarga. Karena itulah dia mudah untuk membantu orang yang sedang dalam kesusahan. Karena dia sadar bahwa harta yang dia peroleh ada rizky orang lain yang terselip di dalamnya. Siang ini dia sudah di pabrik sepatunya yang dikelola oleh Yoga dan Dewi istrinya. " Assalamualaikum ", Firman masuk sambil melepas kaca mata hitamnya. " Waalaikumussalam warahmatullaahi wabarakatuh mas. Mau tak buatin minum apa ?" Dewi menyambut ramah Firman. " Apa sajalah yang penting panas. Hujan terus menerus beberapa hari membuat aku nggak berani minum dingin dingin ", jawab Firman. " ok mas, tak buatin jeruk nipis hangat ya, mumpung lagi banyak buahnya di belakang. Oh yaa, mas Yoga ada di ruang produksi mas kalau mau ketemu ", ujar Dewi sambil melangkahkan kakinya ke belakang. Firman pun masuk dengan tujuan utama ke ruang produksi. Terlihat Yoga disana sedang memeriksa pekerjaan karyawan yang sedang sibuk memasang sol sepatu. Yoga seperti dirinya, suka terjun langsung melihat pekerjaan para pekerja. " Assalamualaikum pak Amat, pak Ridwan, pak Joko, bagaimana kabarnya ?" Firman menyapa beberapa pekerja yang sudah kerja lama dengannya. " Waalaikumussalam pak Firman, Alhamdulillah baik sehat ", pak Amat yang menjawab sedang yang lainnya ikut menjawab salam dan tersenyum pada Firman. " Alhamdulillah, pekerjaannya bagus semua hasilnya. InsyaAllah kalau lolos target bulan ini saya akan keluarkan bonus untuk semua karyawan ", ujjar Firman memberi semangat kepada mereka. " Aamiin...semoga orderan deras mengalir ", Yoga menyahut. " Aamiin..", serempak semua mengamini doa Firman dan Yoga Mereka berdua memang dekat dengan pekerja meski dalam hal penegakan aturan kerja tetap mereka tegas dan disiplin. Sehingga semua loyal kerjanya. Bahkan ada yang anaknya atau menantunya juga mereka suruh melamar kalau pas buka lowongan pekerjaan. " Ayo Fir, kita duduk di dalam. Ada beberapa hal yang mau kubahas mumpung kamu disini ", Yoga mengajak Firman masuk kembali. " Duh, tenggorokanku enak rasanya ", kata Firman setelah minum jeruk nipis hangat yang disuguhkan Dewi. " Ini Fir, ada beberapa kontrak yang harus kamu pelajari dengan suplier kulit serta jaringan toko sepatu sandal di beberapa daerah ", Yoga membuka laptopnya dan membuka file yang dimaksud. Firman pun tenggelam dalam pekerjaannya untuk beberapa waktu lamanya. " Bagaimana, masih bisa kau handle semua urusan disini sama Dewi ?" kata Firman. " InsyaAllah masih bisa. Nanti kalau sudah keteteran aku kasih tahu kamu. ", Yoga menjawab santai. Kring...kring.. Firman membuka hpnya. Ternyata ada panggilan dari istrinya. " Assalamualaikum dik, tumben siang siang telpon ? sudah kangen ya?" " Ih mas ini, tahu aja kalau dikangenin. Aku cuma mau bilang, ada kabar gembira menanti mas di rumah ", panggilan sudah berubah jadi video call. Firman lihat istri cantiknya sedang senyum senyum disana. " Kasih tahu dong, biar nggk penasaran ", Firman pasang muka melas. " Ha..ha..nggak kejutan dong mas. Kalau sudah kelar cepat pulang yaa ?" jawab istrinya masih dengan wajah cerianya. " Ashiyap boss ku ", cengir Firman menggoda istrinya. " Salam buat mas Yoga dan mbak Dewi ya mas. Aku nanti telpon ibu sendiri. ibu sehat kan ?" " Alhamdulillah, sehat. Jaga diri sama anak anak. Besok atau lusa aku sudah pulang ", pungkas Firman. Setelah mengucap salam Shakira menutup telponnya. " Ada apa Fir, tumben baru kmrn sampai sudah ditelpon siang siang ", kata Yoga. " Nggk pa pa, belakangan memang lagi manja dan perhatian sekali dia sama aku . Pinginnya deket aja ha..ha..", Firman menjawab dengan ceria. " Efek habis bulan madu di Mekkah ya ?" goda Yoga. " hushh, kamu ini. Tapi memang setelah umroh berdua aku dan Shakira bertambah dekat dan mesra. Kita banyak berdoa dan meminta kebaikan dan keberkahan buat kami sekeluarga sama Allah . Rasanya adem dan tenang disana. Cobalah kamu luangkan waktu kalau senggang berangkat sama Dewi. Hitung hitung pemanasan sebelum kamu menjalankan ibadah haji ", Firman memberi saran ke Yoga. " Iya Fir, aku juga sudah punya niat kok sama Dewi. Nanti kalau pekerjaan sudah agak longgar ya ", jawab Yoga. Mereka berdua pun larut lagi dengan pekerjaan yang sudah berderet mengantri untuk diperiksa dan dipelajari. Dalam usaha memang butuh kehati hatian dan juga kejelian selain semangat untuk berani melangkah dan berinovasi. Karena mereka adalah pengusaha yang dalam setiap tindakannya ada peluang bagus dan resiko juga yang menyertainya. Dan Firman merasa cocok dengan sespupunya ini. Masukan dan ide idenya untuk mengembangkan usaha ini sejalan dengan prinsip yang dianutnya. ******* Shakira sedang malas malasan siang itu di kamarnya. Fatima dan Azka barusan tidur siang di kamarnya masing masing. Ting tong...Ting tong... Sepertinya ada tamu datang. Terdengar langkah bi Minah membuka pintu. Shakira masih enggan beranjak dari kasurnya. Tiba tiba sepasang tangan mendekapnya dari belakang. " Ah mas, ngagetin saja. Kok nggak bilang bilang kalau mau datang ?" Shakira kaget dan langsung mencium tangan suaminya " Kan aku mau dikasih kejutan , jadi aku juga balas dengan kejutan dong ", tawa Firman renyah terdengar di telinga Shakira. Shakira gemas mencubit lengan suaminya. " Ke kamar mandi dulu mas. Tak siapin baju gantinya ", Shakira bangun menuju almari pakaian mereka. Dipilihkannya kaos katun warna navy dengan celana selutut warna krem. " Apa sayang, berita baiknya. Aku jadi pingin cepat cepat pulang lho jadinya ", mas Firman yang kelihatan segar habis mandi mencium pipi istrinya. " Sebentar yaa, kuambilkan dulu kejutannya ", Shakira tersenyum membuka laci meja riasnya. " Tutup mata dulu dong mas ", Shakira mengahampiri sambil salah satu tangannya diarahkan ke belakang. " Duhh...kok jadi deg deg an yaa..", Firman tertawa terus memejamkan mata sambil duduk di pinggir kasur. Terasa kalau Shakira duduk diatas pangkuannya. " Buka sekarang mas ", terlihat Shakira mengalungkan satu tangan ke leher suaminya, tangan satunya mengulurkan barang kecil yang setelah diamati ternyata test pack. " Alhamdulillah, kamu hamil sayang ?" Firman kaget setelah melihat garis 2 terpampang disana. " Iya mas, persisnya berapa bulan aku belum tahu. Besok antar ke dokter spesialis kandungan ya?", Shakira tersenyum manis sambil mendekap suaminya. Dihirup dalam dalam aroma tubuh suaminya yang belakangan ini selalu ingin dihirupnya. " Tentu sayang, terimakasih ya kejutannya. Benar benar membahagiakan ", tak puas puasnya Firman menciumi wajah istrinya dengan sayang. " Pantesan belakangan ini kamu manja banget maunya dekat dekat terus. Ehmm...", Firman mengelus elus perut rata istrinya. " Kutengok pelan pelan ya dik anaknya ", Firman mengerling ke arah istrinya. Shakira tersenyum manis. Terlihat wajahnya yang memerah membuat suaminya gemas. Dibaringkannya dengan perlahan tubuh istrinya ke atas ranjang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN