Dalam Naungan Cinta

538 Kata
Perjalanan sekitar 10 jam an telah usai. Disinilah Shakira dan Firman kini berada. Di depan Ka' bah yang menjulang membuat hati mereka berdegup kencang. Sujud syukur atas nikmat Allah yang mempermudah apa yang menjadi keinginan mereka. Airmata tak henti mengalir di kedua pipi Shakira. " Terimakasih mas, sudah mengajakku kesini. Perjalanan terindah bersamamu sepanjang masa pernikahan kita ", Shakira mencium tangan suaminya ta' dzim. " Iya dik, ini hadiah yang pantas untuk wanita yang selama 10 tahun membersamaiku dalam suka duka. Semoga kita selalu bergandengan tangan mengharap ridhoNya untuk rumah tangga dan anak anak kita ", Firman mencium puncak kepala Shakira. Begitu besar nikmat Allah padanya. Rejeki yang senantiasa mengalir deras, istri dan anak anak yang menyenangkan mata dan hatinya. Sungguh tak terkira nikmat yang sudah Allah berikan. Ibadah umroh adalah perjalanan iman dan cinta mereka. Semakin mendekatkan diri mereka kepada Sang Pencipta dan semakin menguatkan jalinan cinta yang penuh berkah di hati keduanya. Sesuai dengan keinginan suaminya, Shakira melepas alat kontrasepsinya sepulang umroh. Melahirkan secara sectio ( bedah sesar ) berulang membuat dokter menyarankan untuk mengatur jarak kelahiran. " Mas, berapa anak lagi sih yang kamu inginkan ?" kata Shakira di malam usai mereka beribadah dengan penuh cinta. " Kalau ditanya pingin nambah berapa sih..ya pingin sebanyak banyaknya ", Firman tertawa sambil mencium pundak istrinya. " Eh..aku kan operasi terus mas, ya nggak bisalah banyak banyak !" Shakira menekuk wajahnya. " Iya sayang, aku hanya bercanda. Satu atau dua lagi ajalah biar tambah ramai rumah kita ", Firman tertawa menanggapi leluconnya ditanggapi serius oleh istrinya. Meski suaminya pendiam dan tidak banyak cakap di luar, tetapi dia adalah suami dan ayah yang hangat dan penyayang. " Bagaimana dik toko kuemu perkembangannya ?" Firman menoleh ke Shakira memakai kembali baju tidurnya. " Alhamdulillah mas bagus ada kenaikan jumlah pelanggan dan pesanan. Omset juga meningkat dari bulan kemarin ". " Syukurlah kalau begitu dik. Pabrik yang Surabaya juga sudah mulai berkembang. Mas Yoga dan mbak Dewi pintar mengelolanya ", Firman menceritakan usahanya. " Alhamdulillah mas, Allah memberi kita banyak berkah. Semoga semakin besar usaha kita semakin banyak ya mas manfaat kita untuk sesama ". " Aamiin...", Firman mengamini doa istrinya. Dalam Islam memang disebutkan bahwa sebaik baik manusia adalah mereka yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain. Firman dan Shakira berusaha untuk berproses kearah situ. Dalam berbisnis mereka selalu berhati hati agar apa yang mereka dapat halal dan tidak mendzolimi orang lain. " Dik, kalau aku lebih sering ke Surabaya bagaimana ? apa kamu keberatan ?" Firman bertanya kepada istrinya . " Memang ada apa mas ?' " Mas Yoga dan mbak Dewi agak kerepotan akhir akhir ini. Aku mau mendampingi mereka dahulu sampai mereka sudah bisa kulepas kerjanya dan kupantau sesekali ". " Baiklah mas, tapi ingat jangan kayak kemarin. Hp kamu nggak aktif sampai aku kebingungan dan berfikir yang tidak tidak", Shakira menunjukkan rasa kesalnya. " Ashiyap istri cantikku. Yuk kita tidur dulu. Ntar nggk bisa bangun sholat tahajud ", Firman memeluk istrinya dari belakang. Dia hirup wangi tubuh istrinya yang menenangkan. " Mas juga sih, terlalu bersemangat malam ini jadi nggak selesai selesai ". " he..he...pahalanya banyak ya dik, jangan mengomel aja ", dielusnya lengan istrinya sambil dalam hati melafalkan doa sebelum tidur agar selalu dalam penjagaanNya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN