Raka tidak langsung sadar saat ada yang berubah. Perubahan itu terlalu kecil untuk diberi nama. Tidak seperti ulang tahun, atau pindah rumah, atau kejadian besar lain yang biasanya mudah diingat. Ini lebih seperti sesuatu yang bergeser pelan, hampir tak terasa, tapi membuat pagi berjalan sedikit berbeda. Hari itu, Raka bangun sebelum alarm berbunyi. Ia mengucek mata, mendengar suara dari ruang tengah. Bukan suara Mama. Suara itu lebih berat, lebih pelan. Ada bunyi piring diletakkan dan suara air yang mengalir sebentar. Raka duduk di tempat tidur. Ia masih mengumpulkan nyawa sambil masih memasang telinga. Mencerna bunyi-bunyi yang familiar. Biasanya, jam segini Papa sudah tidak ada. Kadang hanya meninggalkan bau kopi dan pintu yang sudah tertutup pelan. Tapi pagi ini, Raka masih meliha

