Aluna Pov "Aluna?" Suara Mela kembali menarik kesadaranku kembali ke dunia nyata. Sepertinya kegugupan yang melanda berhasil membuatku termenung. Siapa yang tidak kepikiran jika kedua manusia yang membantu dan menemaniku sampai beradu mukut seperti itu. "I-iya, gimana?" ucapku pelan seraya mengembalikan fokusku pada Mela. Nampaknya ini akan menjadi pembicaraan yang cukup panjang. Wanita itu mulai menjelaskan semuanya dengan rinci dan detail. Selama penjelasan itu berlangsung tidak ada satu pun yang berhasil aku cerna kecuali satu kata. Kata yang menjadi momok paling menakutkan bagi ibu hamil. PREEKLAMSIA "Masih sanggup buat dengerin penjelasan dari gue?" tanya Mela. Raut wajah khawatir juga tidak dia sembunyikan. Jujur untuk saat ini aku sudah tidak sanggup untuk mendengarkan apa-apa.

