Tiga hari sudah berlalu dan Rima lewati dengan mengurung dirinya, ia meminta pembantunya untuk mengantar jemput Hulya. Dan ia jarang sekali keluar dari kamarnya. Bahkan ia belum bertemu dengan Akbar selama tiga hari ini, karena mereka sudah pisah kamar. Rima dengar dari Asisten rumah tangganya kalau terkadang Akbar menanyakan dirinya, tetapi tetap saja itu tak membuat hatinya senang. Akbar hanya mengkhawatirkan kondisi kandungannya, bukan dirinya. Karena kalau memang Akbar begitu mengkhawatirkannya dan mencintainya, ia tak mungkin menggoreskan luka terdalam di dalam hatinya. Ucapan Kanaya terus menerus menghantui pikiran Rima, ternyata sejak awalpun Akbar bukan karena cinta menikahinya, melainkan karena kasihan dan pelarian dari Kanaya. Kenapa? Kenapa hidupnya selalu s

