Part 26

1894 Kata

Albi malah tersenyum sebelum dia membuka mulut untuk bicara. “Karena gue hanya memberikan perhatian untuk satu wanita yang gue cintai. Gue gak mau dia cemburu dan hati gue hanya untuk dia seorang.” Kiki seketika tertawa terbahak-bahak. “Najis, bucin banget,” katanya lepas dari puas menertawakan perkataan Albi. “Biarin bucin, yang penting ganteng.” “Lo ngehina gue jelek Al?” “Kagak.” “Terus lo ngomong kek gitu ke gue maksudnya apaan?” “Emang gue gantengkan.” Kiki menghela Nafas. “Dan lo jelek,” tambah Albi. Dan tak sampai semenit selepas dia berucap itu Kiki langsung mencekek lehernya. “Ampun Ki, ampun, gue becanda doang,” ucap Albi dengan susah payah karena dia sulit bernafas. Kiki melepaskan Albi. “Awas aja lo ngejek gue lagi. Gue makan lo hidup-hidup.” “Iya gak bakal lagi. Amp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN