"Om, boleh gak saya tinggal di sini aja?" tanya Albi sambil berjalan menuruni anak tangga bersama Ayah Lia. "Gak boleh," jawab Ayah Lia. "Kenapa? Saya suka di sini. Di sini tentram. Gak kaya di rumahnya saya Om." "Pokonya gak boleh. Kamu itu punya rumah. Bukan apa-apa, Om hanya ingin kamu itu jadi anak baik. Kalau kamu gak nakal, pasti Ayah kamu gak mungkin marahin kamu." "Ah, bilang aja, Om pelit sama saya," ucap Albi sembarangan. Albi berjalan dengan cepat. Dia pergi meninggalkan Ayah Lia. Dia menuju ke ruang televisi dan nonton TV dengan santai. "Dasar," ujar Ayah Lia melihat kelakuan Albi yang tidak sopan. **** Malam-malam, saat ayahnya Lia sudah tertidur dengan pulas. Albi mengendap-endap ke luar kamar. Dengan pelan-pelan dia melangkah, agar ayah Lia tidak terbangun dan memerg

