“Albi, tunggu,” ucap Refa mencegah kepergian Albi. Dia berhasil menyusul Albi. Anaknya itu saat ini berdiri di tangga teras rumah. Albi menoleh ke arah mamanya. Refa berjalan mendekat. "Albi, kamu gapapa Nak? Maafin mama ya, ini semua kesalahan, mama … hiks …" ucap Refa sambil memegangi wajah Albi. "Aku gapapa Ma, gak usah khawatir sama aku. Aku baik-baik aja. Maaf, aku gak bisa jadi anak baik," ucap Albi berbohong dengan perasaannya. "Aku cuma nyusahin Mama. Aku cuma anak yang bikin susah. Aku anak yang gak berguna. Ini bukan salah Mama, tapi letak kesalahannya memang di aku. Aku yang harusnya minta maaf, maafin aku, Ma …" Jujur, perasaan Albi hancur saat ini. Hati mana yang tidak sakit diperlakukan buruk oleh orang tua tiri yang kejam. Hati mana yang kuat diperlakukan kasar. Diperlak

