"Cukup Bara. Ayah sedang tidak berbicara sama kamu. Ini urusan ayah sama Albi. Kamu cukup diam dan jangan campuri urusan ayah. Albi itu anak ayah juga, dan ayah ini orang tuanya," jelas ayah tiri Albi. “Apa!” ucap Bara dalam hati. Dia sungguh kaget mendengar perkataan ayahnya itu, yang secara tak langsung memihak Albi. Bara terdiam dan berusaha tidak peduli. Walaupun sebenarnya dia sangat kesal karena ayahnya tak mendengarkan omongannya. Ayahnya malah menyuruhnya diam dan hal itu membuatnya kesal. "Al, saya tau kamu tidak menyukai saya. Kamu tidak mau saya jadi ayah kamu. Tapi, asal kamu tau. Saya keras pada kamu bukan karena saya benci sama kamu. Saya peduli, dan saya ingin kamu itu menganggap saya sebagai orang tua kamu. Saya ini suami mama kamu, dan seharusnya kamu mengharga

