Julian Koma“Julian koma.” Napas Anes tertahan saat dokter mengatakan bahwa Julian koma. Bukan hanya tak sadarkan diri sesaat, melainkan menutup mata sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Setelah Julian kembali mengeluh sakit kepala hingga berakhir pingsan di ruang keluarga rumah orang tuanya, kini dokter malah mengatakan suaminya itu koma. Anes tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana. Matanya terasa sangat panas dan nyeri. Ingin sekali dia menumpahkan air matanya saat ini. Bukannya sedih atas komanya Julian, tetapi merasa kesal dengan jalan takdirnya. Dia yang tadinya merasa semua akan cepat berakhir dengan perceraiannya dengan Julian, tetapi lelaki itu malah koma. Lalu, apakah boleh jika dia berharap Julian mati saja? Anes memang kejam, tetapi tidak akan sekejam itu pada J

