Nyonya ErlitaAnes membuka mata perlahan saat hidungnya mencium aroma menyengat dari obat-obat dan disinfektan. Awalnya memang samar, tetapi setelah dia mengerjapkan matanya beberapa kali, barulah pandangannya jelas. Ada Mama, Papa, Doni, dan juga Taka di sana. Anes menggerakkan kepalanya ke samping untuk memastikan dia ada di ruangan apa. Selang infus yang menggantung di samping kananya membuatnya yakin bahwa dia tengah berada di kamar perawatan rumah sakit. “Ma, Pa.” Anes merasa tenggorokannya amat kering hingga terasa sakit untuk mengeluarkan kata-kata. Semua yang ada di sana menoleh dan ada tatapan penuh syukur saat melihatnya membuka mata. Ririn berjalan cepat mendekat pada anaknya, lalu memberikan air mineral. Anes menyeruputmya dengan sedotan karena tubuhnya masih sangat lemas untu

