Salma“Mbak Salma, ini Heri, teknisi yang kemarin Mbak tanyain,” seru Fajar salah seorang staf yang bertugas di lantai yang sama dengannya. Salma yang sedang membawakan kopi hitam panas untuk Anes, berhenti sejenak, lalu tersenyum untuk menyapa. “Mari, Mas, ikuti saya.” Salma berjalan terlebih dahulu. Dia lupa memberi tahu Anes, bahwa akan ada teknisi yang memperbaiki komputer dan juga CCTV di ruangan Anes. Di atas nampan dia membawakan dua cangkir teh karena tahu Anes sedang bersama suaminya. Si teknisi berdiri tidak jauh dari Salma, menunggu arahan kapan bisa memulai pekerjaannya. Tok! Tok! “Permisi, Bu.” Karena pintu tidak tertutup rapat, Salma men-dorong sedikit daun pintu dan matanya melotot kaget melihat Anes tengah ditindih paksa oleh suaminya di atas karpet, tepat di depan meja

