Bab 47. Tidak Mau Menyerah

1386 Kata

Tifa POV Aku tahu Topan marah besar padaku. Jujur saja, aku sebenarnya tidak peduli. Pikirku dia akan muak padaku lalu memutuskan perjodohan itu. Namun, yang kudengar justru kalimat keangkuhan. “Gue akan lupakan apa yang baru saja gue lihat. Lo akan tetap jadi istri gue.” Bagiku kalimat itu menunjukkan keangkuhan orang yang mengucapkannya. Dia mungkin tidak ingin egonya terinjak. Mungkin, Topan ingin menunjukkan kepemilikannya. Kutatap datar pria itu. Kuperhatikan emosi yang tergambar di raut wajahnya. Kumasukkan oksigen perlahan melalui lubang hidung. Pelan, namun cukup dalam sebelum kubelah sepasang bibirku. Refleks kugeser pandangan ke arah pintu masuk saat kudengar suara motor. Kalau yang ini aku tidak akan salah. Yang datang adalah salah satu pegawaiku. Aku tidak ingin menjadi ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN