Bab 46. Ketika Topan Melihat Tifa dan Arda Berciuman

1405 Kata

Author POV Topan sangat kecewa. Saat ia tiba di rumah orang tua Tifa, ternyata Tifa sudah tidak ada di rumah. Kedua orang tua Tifa bahkan tidak tahu jika sang putri sudah pergi. Tifa tidak berpamitan dengan mereka. Padahal dia sudah minta Tifa untuk menunggu. Dengan membawa rasa kesal, Topan melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata. Sebenarnya dia ingin menyerah, namun akhirnya memutuskan untuk tidak menyerah. Harga dirinya merasa terinjak oleh penolakan Tifa. Apalagi mengingat pria yang juga mengejar Tifa. Dia tidak mau kalah. Topan menginjak pedal gas lebih dalam. Bola matanya bergerak ke arah spion. Memperhatikan jalanan di belakang, sebelum memutar kemudi dan menambah kecepatan untuk bisa mendahului beberapa pengguna jalan di depannya. Pria itu tidak sabar untuk bisa sege

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN