Tifa POV Mendengar pengakuan Arda yang ternyata seperti apa yang kutakutkan, itu bukan hal mudah buatku. Rasanya campur aduk. Terkejut, syok, merinding. Akan tetapi, aku berusaha untuk tetap tenang. Satu hal yang aku tahu, aku tidak ingin membuatnya berkecil hati. Aku tidak ingin dia merasa terhina. Apapun yang terjadi padanya, pasti ada alasannya. Aku juga yakin Arda tidak menginginkan hal itu. Dia sekarang juga sedang berusaha untuk kembali normal. Jadi, yang kulakukan adalah menjadi Tifa–temannya. Yang akan tetap berada di sisinya, sekalipun aku tidak bisa melakukan apapun. Sekalipun aku hanya bisa mendoakannya dari jauh. Saat dia membuat pernyataan aku pasti jijik setelah mengetahui kenyataan mengejutkan itu, aku berusaha jujur. Ya, tentu saja aku jijik jika melihat dua orang de

