Bab 33. Balapan Nikah

1406 Kata

Tifa POV “Sini.” Kurebut ponselku yang berada di tangan Topan. “Lo ngapain pegang-pegang ponsel orang? Itu nggak sopan,” ujarku. Kutatap kesal si Topan. Aku baru saja ke toilet, dan saat kembali, kulihat Topan memegang ponselku. Aku tidak suka. Setelah satu minggu, kenapa juga dia muncul lagi? Kupikir dia sudah tertelan bumi. Eh, bukan. Aku tidak bermaksud mendoakan dia mati. Aku ganti saja. Kupikir dia sudah terurai di udara. Sama saja mati juga, ya? Ah, sudahlah …. Kutarik kursi lalu kududuki. “Ngapain ke sini lagi?” tanya ku dengan nada ketus. “Biar Bebeb nggak kangen.” Kuputar bola mata malas. “Justru gue bahagia seminggu ini nggak lihat elo. Gue belum pernah sebahagia satu minggu terakhir karena lo nggak muncul,” sahutku. Pria yang duduk di depanku mengerutkan alis. Ekspresinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN