Bab 14. Diajakin Bikin KK Sendiri

1467 Kata

Tifa POV Kuhentak keras napasku. Kutatap pergerakan mobil yang katanya berharga lebih dari 1 miliar itu menjauh. Akhirnya mereka pergi juga, batinku sedikit lega. Ya, aku hanya bisa merasa sedikit lega karena si Topan lesus itu masih belum juga mau menyerah. Ingin sekali mengumpat keras saat tadi si Topan bilang, “Aku bukan laki-laki picik yang hanya bersedia menerima perempuan yang masih perawan. Apa beda perawan dan janda? Mereka sama-sama perempuan. Berhak mendapatkan cinta yang tulus.” Ughhh … kalau aku tidak tahu alasan Topan mengejarku, mungkin kalimat itu akan langsung membuatku klepek-klepek seperti ikan yang diangkat ke daratan. “Lihat anakmu, Pih. Gayanya saja nolak-nolak, begitu ditinggal langsung kehilangan.” Kuhembus napas mendengar apa yang mamih katakan. Segera kututu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN