12. Berhasil Membuat Pusing

1551 Kata
"Kalian bisa panggil saya Prof. Millie, saya mengajar kelas budidaya energi," ujarnya, "Kalian bisa mulai membuka halaman 3." "Jadi di kelas budidaya energi ini, kalian akan diajari cara mengelolah energi lebih efektif sehingga bisa lebih cepat kalian saat pertandingan tidak sampai kehabisan energi," ujar Prof. Millie, "Tentu saja bagi mereka yang mempunyai tingkat kepadatan energi yang tinggi mempunyai keuntungan yaitu mereka memiliki cadangan energi yang lebih besar, namun mengisinya jika tidak menemukan cara yang tepat juga akan lama. Sehingga tidak semua orang yang mempunyai tingkat kepadatan energi tinggi menjadi yang terbaik, justru sebaliknya, rata-rata orang jika tingkat energinya terlalu tinggi malah akan gagal, karena tidak bisa mengisi energi mereka dengan cepat. Jadi bagi kalian yang memiliki tingkat kepadatan energi yang tinggi jangan sombong, tapi sering-seringlah berlatih agar menemukan cara yang tepat bagi kalian atau perlahan kalian akan berjalan menuju kegagalan." "Hari ini kita akan bahas cara menyerap energi, walaupun saya tahu kalian semua sudah tahu, tetapi selain praktek teori juga penting. Banyak cara untuk mengisi energi, salah satunya adalah dengan menyerap energi yang berada di alam sekitar kita, bisa juga dengan menyerap permata inti dari binatang spiritual, semakin tinggi tingkat binatang semakin padat energi yang kita dapatkan, namun cara ini jarang digunakan, karena selain biaya yang mahal, tidak semua orang bisa menyerap dari permata inti binatang spiritual," ucap Prof. Millie. "Apa yang membuat tidak semua orang bisa menyerapnya, Prof?" tanya Valerie. "Pertanyaan yang bagus, +5 poin untuk asrama Pheonix," ujar Prof. Millie, "Yang membuat mereka tidak bisa menyerap adalah permata inti pada dasarnya memiliki sifat memberontak, jadi jika kalian tidak bisa menyerapnya dengan bersih, itu akan merusak landasan energi kalian yang menyebab kalian tidak akan bisa menyimpan energi." "Tapi tentu saja, tetap akan ada orang-orang yang mengambil resiko ini," ujar Prof. Millie. "Karena semakin tinggi resiko, semakin tinggi pula hasilnya," gumam Valerie. "Benar sekali, Valerie," ujar Prof. Millie yang mendengarkan gumaman Valerie. "Sama seperti mengapa kalian berada di academy ini," ucap Prof. Millie, "Saya rasa pengorbanan kalian untuk memasukin academy terbaik di alam bawah ini tidak sedikit, mungkin beberapa dari kalian harus menanggung ejekan karena belum memasuki academy di usia 16 tahun dan kalian juga mengambil resiko lainnya, apabila kalian tidak diterima di academy ini maka kalian gak akan bisa masuk academy manapun karena usia kalian yang sudah lewat. Tapi bagaimanapun itu adalah hidup, hasil yang baik selalu berdampingan dengan resiko," ujar Prof. Millie. "Tugas kalian adalah mengukur tingkat kepadatan energi kalian dan mencari tahu kalian paling cocok menggunakan cara apa untuk menyerap energi dan mengapa kalian merasa paling cocok menggunakan cara itu," ucap Prof. Millie, "Jangan lupa dikumpulkan di kelas minggu depan terima kasih." "Bagaimana kelas hari ini menurutmu, Val?" tanya Ivy setelah keluar dari kelas. "Tidak ada masalah," jawab Valerie. "Aku mengantuk," ujar Ivy. "Ini masih pagi dan kamu menggantuk," ucap Valerie dengan tidak percaya. "Kamu mau kemana sekarang, Val?" tanya Ivy. "Perpustakaan," jawab Valerie. "Mau ngapain?" tanya Ivy. "Aku mau membaca materi untuk kelas siangku," jawab Valerie. "Baiklah, kalau begitu aku tidak akan menganggumu," ucap Ivy, "Bye, Val." "Iya," balas Valerie. *** "Kamu juga suka membaca buku di perpustakaan?" tanya Elquino yang baru saja duduk di hadapan Valerie. "Ya begitulah," jawab Valerie, "Baru selesai kelas?" "Iya, kelas berburu," balas Elquino, "Kamu sendiri?" "Sejam yang lalu kelasku sudah berakhir," jawab Valerie. "Membaca apa?" tanya Elquino. "Materi dasar array," jawab Valerie. "Perhitungan dasar array bisa dibilang cukup mudah," ucap Elquino, "Mau kujelaskan?" "Boleh," ucap Valerie. "Lihatlah ini," ujar Elquino sambil mengambil papan array dari tasnya. "Array terbagi menjadi 2 pengolongan, symetris dan asymetris array. Karena kamu masuk sebagai murid inti, kamu harus bisa keduanya. Symetris array adalah array yang memiliki kunci yang sama untuk membuka dan menutup, sementara asymetris memiliki 2 kunci, 1 untuk membuka dan 1 untuk menutup," ucap Elquino, "Kita akan membahas yang symetris array. Pertama yang harus kamu hitung adalah banyak permata inti yang digunakan pada array, pastikan jangan ada yang terlewat. Setelah itu, lihatlah warnanya dari setiap permata inti jangan sampai tertukar, biar gak lupa kamu gambarkan kemudian kamu kasih keterangan warna dan kode yang ada di dalam setiap inti roh, dan kamu sudah bisa mulai mendecode array. Biar aku beri contoh." Elquino mulai menggambarkan sebuah array dipapan dan menuliskan warna dan kode arraynya. "Ingat setiap warna memiliki nilainya, aku anggap kamu sudah tau ini, kamu tinggal menghitung warna dan kode yang tertera," ucap Elquino, "Contoh permata inti yang ini, merah bernilai 1 dengan kode 0001 yang bernilai 1 juga, jika kita kalikan maka hasilnya adalah 1. Permata inti berikutnya berwana merah juga dengan kode 0010, 1 x 2 berarti 2, inti roh berikutnya berwarna kuning yang bernilai 3 dengan kode 0001, 3 x 1 berarti 3. Permata inti berikutnya berwarna jingga dengan nilai 2 dan kode 0010, 2 x 2 adalah 4. Maka jika kita mau membuka arraynya, kita harus membalik urutannya dari urutan peletakan, karena peletakannya merah0001 - merah0010 - kuning0001 - jingga0010, maka saat membuka dari jingga0010 - kuning0001 - merah0010 - merah0001, seperti itu," ucap Elquino. "Bagus, berhasil membuatku pusing," ujar Valerie, "Cara pecahin nilai codenya bagaimana?" tanya Valerie. "Itu menggunakan rumus 2 pangkat n x kode paling belakang sampai paling depan bergantian satu persatu, dimana bilangan n dimulai dari 0 sampai 3, diulang sebanyak 4 kali sesuai panjang kodenya," jawab Elquino. "Ini baru yang symetric array?" tanya Valerie memastiskan. "Iya," jawab Elquino. "Betapa rumitnya perhitungannya, bagaimana dengan yang asymetric array kemudian," ujar Valerie. "Sebenarnya gak sesulit kelihatannya," ucap Elquino, "Mungkin karena kamu bari belajar." "Dan tadi adalah the hell array," ujar Elquino, "Darimana aku tahu, kamu bisa menjumlahkan semua hasil perkalian 1 + 2 + 3 + 4 = 8, yang berarti The Hell Array, untuk tau namanya kamu harus menghafalkan dan karena menggunakan 4 inti roh bisa kita katakan ini merupakan array peringkat 2." "Ini adalah materiku hari ini?" tanya Valerie. "Seharusnya," jawab Elquino, "Ayo, kita makan siang dulu, lalu ke kelas." "Oke," ujar Valerie. *** "Sudah siap masuk kelas array pertamamu sebentar lagi, Val?" tanya Steven saat Valerie datang dengan makan siangnya. "Siap gak siap," jawab Valerie. "Siap-siap dibantai kamu!" ujar Yura. "Tamatlah kau, Val!" ucap Hazel. "Tidak seburuk yang mereka katakan kok," ucap Elquino. "Hati-hati kamu, Val, Elquino bilang seperti itu, karena nanti yang akan bantai kamu adalah dia sendiri," ucap Hazel, "Ini pengalamanku dengan Senior Yura." "Aku gak sekejam Yura," ucap Elquino. "Gak ada maling mau mengaku, Val!" ujar Hazel. "Ini itu sudah kebiasaan turun-temurun, ya istilahnya kayak sambutan gitu untuk murid baru," ucap Steven. "Wah... kayaknya aku lebih takut yang besok nih," ujar Valerie. "Tenang aku baik kok, gak akan aku persulit kok, tapi kalau kamu gak bisa jawab soal besok, kamu akan dibantai oleh Prof. Fey," ucap Steven. "Sama aja bohong!" cibir Elquino. "Soalku pasti gak akan sesusah dia, aku ingat anak-anak kelas array angkatan dia sampai menangis semua pas itu," ujar Steven. "Memangnya kenapa?" tanya Valerie. "Kan biasanya murid-murid inti pembelajarannya lebih cepat, jadi terkadang mereka bertindak sebagai asisten profesor, nah... pas Elquino kasih kayak mini kuis gitu, semuanya gak bisa jawab," ujar Yura. "Kok bisa?" tanya Valerie. "Kata mereka sih, Elquino buatin array di depan kelas dan setiap array mereka hanya dikasih waktu 10 menit untuk mendecode," jawab Hazel. "Hanya 15 menit?" tanya Valerie terkesiap, "Array tingkat berapa itu?" "Tingkat 0 symetric," jawab Elquino. "Tingkat 0 itu gak ada kode permata intinya, 'kan? Hanya berdasarkan warna inti roh, 'kan?" tanya Valerie memastikan. "Iya," jawab Elquino, "Aku bahkan merasa 15 menit terlalu banyak." "Kebanyakan?" tanya Hazel, "Gila memang kamu, El! Aku ingat pas itu, bahkan murid tingkat 5 menangis juga kena arraymu." "Array tingkat 0 tidak perlu menghitung, hanya perlu menyusun warna permata inti, tapi memang tingkat 0 ini agak merepotkan, karena permata inti yang dipakai bisa banyak gak karuan, lalu warna setiap permata inti harus berbeda dan kalau membuka itu harus mengurutkan warnanya entah dari yang terang ke gelap atau gelap ke terang, terkadang warnanya seperti sama tapi pasti berbeda, kalau sampai tertukar tamatlah kita," ucap Valerie. "Val, kit harus segera ke kelas jika tidak mau terlambat," ingat Elquino lalu berdiri. "Oke," ucap Valerie lalu berdiri juga, "Dadah, Senior, sampai bertemu nanti malam!" "Iya, semangat, Val!" ujar Yura. "Hati-hati p********n dewa, Val!" ucap Steven. "Nanti malam kuharap kamu masih bernyawa," ucap Hazel. *** "Sudah siap, Val?" tanya Prof. Eldenio. "Siap apa, Prof?" tanya Valerie balik. "Siap dikerjain sama seniormu," jawab Prof. Eldenio, "Karena hari ini adalah hari pertamamu masuk kelas array, maka kita akan masuk ke bagian pengenalan terlebih dahulu." "Aku tidak akan mempersulitmu, untuk hari ini kita murni bersenang-senang," ucap Prof. Eldenio, "Kamu bisa mulai me-encode Rainbow Array mu Elquino." "Rainbow array?" tanya Valerie. "Yah... senior mu satu ini sangat kreatif, tahun lalu saat saya ada keperluan, dia menciptakan arraynya sendiri yang diberi nama Rainbow Array yang berhasil membuat seluruh kelas array menangis karena disuruh me-decodenya," jawab Prof. Eldenio dengan bangga, "Setelah itu, selama beberapa pertemuan aku selalu menyuruhnya untuk terus membuat itu digunakan untuk berlatih, saya sendiri tau bahwa array tingkat 0 jarang digunakan untuk melindungi sesuatu yang berharga, bahkan bisa dikata tidak ada untungnya bagi kita untuk me-decodenya, tapi ini sangat baik untuk latihan dari array tingkat 0, karena dengan begitu, kamu akan lebih teliti dalam melihat warna permata inti sehingga lebih akurat. Bukan hanya sekedar mirip, tapi tepat." "Sudah siap, Prof," ujar Elquino. "Silahkan dimulai, Val," ucap Prof. Eldenio, "Waktumu 15 menit." "Sekarang aku mengerti arti kiamat!" keluh Valerie.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN