"Kamu coba kenali tumbuhan-tumbuhan yang ada di keranjang diatas meja itu," ujar Prof. Fey saat Valerie masuk.
Valerie melangkahkan kakinya menuju keranjang dimaksud Prof. Fey dan mulai menata tumbuhan-tumbuhan tersebut di atas meja dan menuliskan nama-namanya di atas kertas.
"Sudah selesai, Prof," ucap Valerie.
"Akan saya cek," ucap Prof. Fey.
"Kemampuan menghafalmu kuat juga," ujar Prof. Fey, "1 buku kamu selesaikan dalam sehari dan benar semua."
"Bagaiaman kamu bisa membedakan kedua tumbuhan ini?" tanya Prof. Fey sambil menunjukan kedua tumbuhan yang sangat mirip ke Valerie.
"Tumbuhan yang berada di tangan kiri profesor memiliki bunga berkelopak genap, sementara yang berada di tangan kanan profesor bunganya memiliki kelopak ganjil," jawab Valerie.
"Sangat teliti," ucap Prof. Fey, "Bagus, kamu saya terima jadi murid inti saya."
"Terima kasih, Prof," ujar Valerie.
"Ini tokenmu," ujar Prof. Fey sambil menyerah token yang menjadi lambang murid alkimia Staries Great Academy.
"Terima kasih, Prof," ucap Valerie sambil mengambil tokennya.
"Saya menunggu kamu untuk mencapai hasil yang luar biasa," ucap Prof. Fey, "Saya harap kamu tidak akan mengecewakan saya."
"Tentu saja," ujar Valerie.
"Oke, kamu boleh pergi," ucap Prof. Fey.
***
"Bagaimana hasilnya, Val?" tanya Elqueena.
"Aku berhasil," jawab Valerie.
"Selamat, Val!" ucap Elqueena, Arvena, Xander dan Alden bergantian.
"Totalnya berapa tim yang sudah kembali?" tanya Valerie.
"93, Val," jawab Elqueena, "Seharusnya jam 12.00 nanti sudah kembali semua."
"Ada yang cari kamu tuh, Val," ucap Elqueena yang melihat kedatangan Elquino.
"Ayo, Val," ujar Elquino.
"Kalian mau kemana?" tanya Elqueena.
"Makan siang di luar," jawab Elquino.
"Ikut," ujar Elqueena.
"Kamu tidak bisa keluar," ucap Elquino.
"Aku bisa minta surat ijin keluar," ucap Elqueena.
"Percayalah, kamu tidak akan dapat," ucap Elquino.
"Menyebalkan, kenapa hanya murid-murid asrama Pheonix yang boleh keluar masuk academy!" gerutu Elqueena.
"Karena kami membutuhkan banyak bahan untuk pembelajaran dan juga keluar untuk mengikuti lomba, akan terlalu merepotkan jika setiap keluar harus minta surat ijin," ucap Elquino.
"Pergi, pergi, sana," ujar Elqueena, "Buat orang iri aja."
"Aku tinggal dulu, Kak Queen!" pamit Valerie.
"Iya," ujar Elqueena.
***
"Kamu mau makan apa, Val?" tanya Yura setelah keluar dari academy.
"Makanan laut," jawab Valerie.
"Oke, kita ke restoran Koi aja," ucap Steven.
"Ke restoran Blue Oriental aja," ucap Elquino.
"Kalau kamu yang bayar sih gak masalah, El," ujar Hazel.
"Boleh," ucap Elquino.
"Gila ya kamu, El!" ujar Yura.
"Kaya sekali kamu!" ucap Steven.
"Jadi mau gak?" tanya Elquino.
"Berangkat," ujar Yura lalu memimpin mereka keluar dari academy.
"Tidak perlu naik kereta?" tanya Valerie.
"Dekat," jawab Elquino.
"Oke," ujar Valerie.
"Selamat datang," ucap sang pelayan yang menjaga pintu.
"Private room," ucap Elquino.
"Silahkan," ucap sang pelayan lalu memimpin jalan.
"Mau langsung pesan?" tanya sang pelayan setelah semuanya duduk.
"Hmm...," gumam Elquino.
"Kamu pesan kan aku sekalian, Val," ucap Elquino.
"1 porsi kepiting," ucap Yura.
"Tambahkan aku juga," ujar Steven dan Xander bersamaan.
"Kalian berdua juga?" tanya Yura.
"Aku gak," jawab Valerie.
"Sama kan saja dengan Valerie punyaku," ucap Elquino.
"Oke, kalian berdua gak diam-diam pacaran bukan?" selidik Yura.
"Tentu saja tidak," jawab Valerie, "Aku pesan kerang batik 1 porsi dan udang 1 porsi."
"Aku juga mau udang." "Aku juga mau udang." "Aku juga mau kerang batik."
"Kalau begitu udang 4 porsi dan kerang batik 3 porsi," ucap Valerie.
"Minumnya?" tanya sang pelayan.
"Air putih," jawab Valerie, "Apakah punya es batu?"
"Harga es batu sangat mahal, Val," ucap Yura.
"Tidak masalah, pesan aja," sahut Elquino.
"Hati-hati kamu menyesal, El," ujar Steven.
"Cerewet! Segera pesanlah minuman kalian," ucap Elquino.
"Kalau begitu samakan saja semua air es," ucap Yura.
"Baik, mohon ditunggu sebentar," ucap sang pelayan lalu pergi.
"Hari ini kita memang berniat membuat dompet Elquino menipis," ujar Yura kemudian tertawa.
"Gak papa, jarang-jarang Elquino mau membayari kita," ucap Steven.
"Kenapa harga es batu sangat mahal?" tanya Valerie.
"Karena es batu adalah barang langkah, kecuali orang-orang berelement es kurang kerjaan mau membuat balok-balok es batu," jawab Yura.
"Kok bisa langkah?" tanya Valerie.
"Karena es batu jarang ditemukan," jawab Hazel.
"Es batu tidak dibuat?" tanya Valerie.
"Seperti jawaban Yura, kecuali orang-orang berelemen es tidak punya kerjaan mau membuat es batu," ujar Steven.
"Sungguh aneh dunia ini," batin Valerie, "Padahal di duniaku selalu ada es batu setiap hari. Apakah ini adalah abad pertengahan antara jaman kuno dan jaman modern."
"Selamat menikmati," ucap sang pelayan setelah menata hidangan diatas meja.
"Segera makan," ucap Elquino, "Valerie masih harus menukar jubah luarnya."
"Serius aku jadi curiga bahwa kalian pacaran diam-diam!" selidik Steven.
"Jawabanku tetap sama senior, kami tidak pacaran," ucap Valerie.
"Hmm...," gumam Elquino.
"Mencurigakan!" ujar Hazel dengan pandangan menyelidik ke Elquino.
"Terserah la;au gak percaya!" ujar Elquino.
***
"Kenapa menyangkal hubungan kita?" tanya Elquino saat mereka tinggal berdua.
"Memang kita gak pacaran," jawab Valerie, "Hubungan kita adalah tunangan, 'kan? Atau kamu mau turun menjadi pacar."
"Gak perlu," ujar Elquino, "Sana tukar jubah luarmu."
"Tunggu sebentar," ucap Valerie.
"Yuk, Kak," ucap Valerie setelah menukar jubah luarnya.
"Nanti malam ada penutupan jorney opening," ucap Elquino, "Jadi kita akan makan malam di aula utama."
"Oke," ucap Valerie.
"Duduk di sebelahku," ucap Elquino.
"Iya, Kak," ucap Valerie.
***
"Elquino, bisakah kamu meminggirkan tasmu?" tanya seseorang.
"Kamu bisa mencari kursi lain," jawab Elquino.
"Apa yang salah dengan aku duduk di sebelahmu?" tanya orang itu.
"Prof. Eldenio memintaku untuk merawat saudari seperguruan," jawab Elquino.
"Baiklah untuk kali ini aku akan mengalah dengan saudarimu itu," ujar Carla.
"Lebih baik kamu menyerah saja, Car!" ucap Yura, "Ekstensi dewa seperti Elquino tidak akan mau sama kamu."
"Belum tentu," ucap Carla dengan mengangkat dagunya.
"Lagian jika kamu dibandingkan dengan saudari seperguruan Elquino, kamu gak ada apa-apanya!" ucap Yura.
"Hmmph! Apa yang bisa diandalkan dari anak kecil!" ujar Carla.
"Kamu hanya lebih tua setahun dari Valerie," ucap Yura.
"Walaupun hanya setahun, tetap aku lebih tua," ujar Carla dengan bangganya.
"Maaf, bibi, saya mau duduk," ucap sesorang tiba-tiba.
"Bibi?" ujar Carla, "Berani sekali kamu panggil aku bibi? Siapa kamu?"
"Kenalin aku Valerie si anak kecil yang imut," ujar Valerie sambil mengulurkan tangannya.
"Hmph!" dengus Carla lalu pergi.
"Pintar, Val!" puji Steven.
"Hanya beda setahun sok-sok an panggil aku anak kecil, biar tahu rasa kupanggil bibi!" ujar Valerie dengan bangga lalu memberikan tas yang ada di kursi ke Elquino dan kemudian duduk.
"Selamat malam kepada seluruh murid Staries Academy!" ujar sang kepala sekolah, "Selamat kepada murid tahun pertama yang sudah menyelesaikan penjelajahan pertama kalian, semoga penjelajahan kali ini akan memberikan kalian gambaran dan lebih memotivasi kalian untuk belajar lebih giat. Tepuk tangan untuk kita semua."
Kemudian tepuk tangan meriah bergema di aula.
"Langsung saja kita umumkan juara opening journey tahun ini diperoleh asrama Azure!" ucap sang kepala sekolah disambut tepuk tangan dan bisik-bisik di antara para murid.
"Asrama Azure bukan asrama Pheonix?"
"Bagaimana mungkin?"
"Tidakah mereka curang?"
"Dari sini kita bisa belajar, tidak ada yang tidak mungkin, jika kita mau bekerja keras," tutup kepala sekolah, "Silahkan mulai makan malamnya."
"Asrama Azure menang hanya karena ada kamu, tapi kamu malah gak ikut merayakan, Val," ucap Steven.
"Gak masalah, Senior, setidaknya daripada juara opening journey lebih membanggakan aku bisa masuk menjadi salah satu murid kelas khusus," ujar Valerie.
"Si kecil sudah bisa pamer sekarang!" ujar Hazel.
"Enak aja, aku bukan si kecil ya," bantah Valerie yang membuat satu meja tertawa.
"Kamu pasti murid tahun pertama ya," ujar Brigitta yang duduk di seberang Valerie.
"Iya, namaku Valerie, mohon bimbingan para senior," ujar Valerie.
"Kita takut, malah kita yang butuh bimbingan dari kamu, Val," goda Jeff.
"Mana mungkin, ilmuku belum sedalam para senior," ujar Valerie.
"Sekarang belum, setengah tahun ke depan sudah melampaui kita nanti," ucap Vianey.
"Benar itu, seperti Elquino, apalagi dengar-dengarnya kamu jadi saudari seperguruan langsung Elquino," ucap Brigitta mendukung.
"Belum tentu, Kak El kan memang berbeda, kalau dengar-dengarnya di academy kan dia terkenal dengan sebutan ekstensi dewa," ucap Valerie.
"Ini namanya merendah untuk terbang," ujar Jeff, "Persis Elquino."
"Sepertinya aku salah bicara deh," ujar Valerie.
"Kamu bicara apapun, pasti akan dibalik dengan mereka," ucap Elquino.
"Uhuk... El, kamu gak belain Valerie, 'kan?" goda Jeff.
"Kamu bisa tanding Go dengan aku nanti," ujar Elquino.
"Gak perlu, terima kasih," ujar Jeff.