Selamat datang kepada murid-murid baru!" sambut kepala asrama Azure yang disambut tepuk tangan dari murid-murid.
"Perkenalkan nama saya Prof. Guineva, saya mengajar kontrol elemen khususnya elemen logam dan ketiga elemen langkah lainnya," ujarnya, "Silahkan kepada ketua Guard asrama Azure untuk melanjutkan acara malam ini."
"Selamat datang dan selamat bergabung di asrama Azure kepada murid-murid baru," ujar James yang disambut tepuk tangan.
"Tanpa membuang-buang waktu, diharapkan para murid baru yang dipanggil untuk maju dan menerima jubah asrama yang akan diserahkan oleh Prof. Guineva," ujar James.
"Alfonsa Cleopatra."
"Doffania."
"Christy Achillea."
...
"Valerie Estefania."
"Mari kita semua berdiri dan toast untuk menyambut wajah-wajah baru yang menjadi bagian dari keluarga Azure, bersama kita menuju kejayaan asrama Azure," ujar James saat seluruh murid baru sudah menggunakan jubah mereka dan berjejer di atas panggung.
Dentingan demi dentingan gelas memenuhi aula asrama Azure.
"Terima kasih kepada murid baru, kalian sudah boleh kembali ke tempat duduk dan kita akan memulai makan malam," ujar James.
"2 hari ini makan sepuasnya, Val," ujar Elqueena.
"Benar itu, nikmati makananmu selagi bisa," ujar Alden.
"Memangnya setelah 2 hari kita gak bisa makan lagi?" tanya Valerie.
"Bukan gak bisa makan lagi, tapi makan seadanya," jawab Xander.
"Benar itu, kita semua gak bisa masak, jadi saat penjelajahan makan sejadinya masakan kita," ujar Arvena, "Tapi aku sudah terbiasa selama 3 tahun, seharusnya bertahan untuk 2 kali lagi gak ada masalah."
"Aku besok akan membeli makanan kering sebanyak-banyaknya," tekad Elqueena, "Saya tidak mau disiksa oleh kalian lagi."
"Santai-santai, aku lumayan bisa masak kok, tapi jangan berharap untuk mendapatkan makanan tingkat restoran Blue Oriental," ujar Valerie.
"Akhirnya, makanan tim kita terselamatkan!" ujar Elqueena, "Yang penting makanannya bisa dimakan dan sehat, kamu gak tau, aku tahun lalu sampai lemas di ranjang rumah sakit, karena sakit perut."
"Maklum, kita tidak bisa memasak, jadi kita gak bisa membedakan bahan mana yang boleh dipakai untuk memasak dan mana yang tidak boleh, tahun sebelumnya aja kami sampai keracunan," ujar Arvena.
"Untunglah tahun ini ada Valerie yang masuk ke tim kita," ucap Xander.
"Dewi selamatkan makanan kami selama 3 hari penjelajahan," ujar Alden.
"Sepertinya aku memilih orang yang benar!" bangga Elqueena.
"Aku yakin, kamu memilih Valerie karena dia perempuan," ujar Xander.
"Salah!" ujar Elqueena dengan senyum sok misteriusnya.
"Memangnya apa bedanya laki-laki atau perempuan?" tanya Valerie.
"Biar saat berdebat dia punya lebih banyak sekutu, karena tahun lalu dia dan Arvena kalah saat berdebat, karena dalam tim ini lebih banyak laki-lakinya," jawab Alden.
"Ada-ada aja," ujar Valerie sambil menggeleng-geleng kan kepalanya.
"Yuk, balik ke tenda," ujar Xander.
***
"Bangun! Bangun! Bangun!" teriak Elqueena.
"Kamu gila ya, Queen," ujar Arvena sambil mengucek matanya.
"Ini masih hari libur ngapain kamu membangunkan kami pagi-pagi seperti ini?" protes Alden.
"Biarkan kami tidur sebentar lagi, kita berangkatnya nanti siang aja," ujar Xander.
"Kalian gak malu tuh sama Valerie, lihatlah Valerie sudah siap," ujar Elqueena.
"Sudah siap?" tanya Xander langsung duduk tegak.
"Ini aku mau lari pagi dulu," jawab Valerie sambil tersenyum malu-malu.
"Elqueena!" teriak ketiganya.
"Habisnya kalian gak pernah lari pagi sih," ujar Elqueena, "Nanti kalau academy sudah resmi berjalan, kalian harus lari pagi pokoknya, dengan berolahraga kalian itu menjadi sehat, juga kalian bisa menyumbang poin ke asrama, lumayan 3 putaran untuk 5 poin."
"Gak perlu, itu terlalu sedikit," ujar Arvena lalu kembali tidur.
"Mending kita menambah setengah jam untuk tidur," ujar Xander lalu kembali tidur.
"Itu terlalu melelahkan," ucap Alden yang juga kembali ke dunia awannya.
"Beginilah mereka," ujar Elqueena, "Yuk lah, kita lari pagi berdua saja."
"Iya," ujar Valerie.
***
"Pagi, Kak El!" sapa Elqueena berpapasan dengan kakak kembarnya di lapangan.
"Hmm... rajin-rajin olahraga seperti ini, jangan cuma hari ini aja," ujar Elquino lalu meninggalkan Elqueena setelah melirik Valerie sekilas.
"Kan sudah kuduga, pada akhirnya cuman ngomel lalu aku ditinggal!" gerutu Elqueena.
"Sepertinya ada yang malas lari pagi juga nih!" sindir Valerie.
"Hehe... memang tidur lebih enak sih," ujar Elqueena.
"Kukira awalnya Senior memang rajin lari pagi," ujar Valerie.
"Panggil aku Kak aja, jangan pakai senior-senioran seperti terlalu formal," ujar Elqueena.
"Siap, Kak Queen," ucap Valerie.
"Terdengar lebih enak," ujar Elqueena.
"Hehe... iya," ucap Valerie.
***
"Senior Queen! Valerie!" panggil seseorang.
"Kamu jadi ikut kami pergi beli bukunya?" tanya Elqueena.
"Jadi senior," jawab Ivy, "Tapi aku ambil balik ke tenda dulu ambil uang."
"Iya, lalu langsung ketemu di gerbang academy aja," ujar Elqueena.
"Iya, senior," ucap Ivy.
***
"Kamu habis mungut anak kecil dari mana lagi, Queen?" tanya Arvena saat Elqueena datangnya bertiga.
"Hehe... dia temanku, jadi aku ajak pergi bareng aja," jawab Elqueena.
"Yah... aku paham, lebih tepatnya dia seharusnya merupakan tanggung jawabnya Elquino, tapi kalau ikut kelompoknya Elquino hanya akan menderita," ujar Arvena.
"Hehe... begitulah senior," ucap Elqueena.
"Santai aja, nambah satu orang berarti menambah keseruan, apalagi perempuan, berarti menambah sekutu," ujar Arvena.
"Kenalin aku Arvena," ucapnya sambil menyodorkan tangan.
"Ivy," balasnya sambil menjabat tangan Arvena.
"Yuk buruan naik kereta," ujar Arvena.
"Kalian lama banget!" protes Xander.
"Kamu kayak gak tau perempuan aja, Xan, mereka kalau mau pergi pasti butuh dandan sejam," ucap Alden.
"Sembarangan aja! Lihat nih mukaku bersih dari riasan!" ujar Arvena.
"Anggap aja iya," ujar Alden.
"Eh... ada si cantik lainnya," ucap Xander saat Ivy baru masuk kereta.
"Dasar laki-laki kalau lihat perempuan cantik aja kerjaannya ngegombal!" celetuk Elqueena.
"Hati-hati dengan mereka, Ivy, hari ini aja kamu dipuji cantik. Besoknya kamu diajak bertengkar sama mereka," ujar Valerie, "Aku ngerasain sendiri tuh."
"Susah ya sama laki-laki zaman sekarang," gumam Ivy.
"Pintar, Ivy!" puji Elqueena.
"Mantap!" puji Valerie.
"Mak jleb!" ujar Arvena.
"Si cantik tadi ngomong apa? Tolong diulang dong, aku belum dengar," ujar Xander.
"Tidak ada siaran ulang!" ujar Arvena.
"Kalian punya sudah cincin parsial kan?" tanya Elqueena.
"Gak punya," jawab Ivy dan Valerie bersamaan.
"Kalau gitu nanti bukunya titipin ke aku aja gak papa," ujar Elqueena.
"Oke," ucap Valerie.
"Iya, Senior," balas Ivy.
"Kita sudah sampai, Guys," ujar Xander setelah mengintip jendela.
"Nanti kita kumpul pas makan siang di Warung Mie aja ya," ujar Alden.
"Di sana lagi?" tanya Arvena.
"Itu adalah yang termurah, kecuali kamu mau mentraktir kami," jawab Alden.
"Oke," balas Arvena dengan pasrah.
"Yuk, kita ke toko Bookie dulu," ujar Elqueena.
***
Di toko Bookie
"Segeralah beli buku yang kalian perlukan," ucap Elqueena, "Lalu aku ajak kalian ke satu toko yang menarik."
"Oke," ujar Ivy dan Valerie bersamaan.
"Aku dan Queen ada di tempat kuas," ujar Arvena.
"Iya, Senior," balas Valerie.
"Val, buku yang kita perlukan ada berapa?" tanya Ivy.
"Aku tanya Kak Queen, kita perlu beli buku kontrol elemen yang sesuai dengan elemen kita, buku pengenalan tumbuhan tingkat dasar, buku pengenalan binatang spiritual tingkat dasar, dan buku pengendalian s*****a yang sesuai dengan tipe s*****a yang ingin kita pelajari," ujar Valerie.
"Oke, mari kita cari," ucap Ivy.
"Aku akan mencari buku kontrol elemen dan pengenalan tumbuhan tingkat dasar," ujar Ivy, "Kamu cari 2 yang lainnya ya?"
"Oke, s*****a apa yang ingin kamu pelajari?" tanya Valerie.
"Panah," jawab Ivy.
"Oke," ucap Valerie.
"Elemenmu apa, Val?" tanya Ivy.
"Api," jawab Valerie.
"Oke, nanti kita langsung ketemu di tempat kuas aja," ujar Ivy.
Lalu mereka pergi menelusuri rak-rak buku.
"Itu bagus, Kak," ujar Valerie.
"Loh kok kamu sendirian, Val? Ivy mana?" tanya Elqueena.
"Kita cari bukunya dibagi," jawab Valerie.
"Hmm... oh ya, tadi kamu bilang ini bagus ya?" tanya Elqueena sambil menunjukkan kuas yang sepasang.
"Iya, harganya berapa, Kak?" tanya Valerie.
"Rahasia," jawab Elqueena, "Ini sudah jadi milikku, kamu tidak boleh merebutnya."
"Tenang, aku gak akan merebutnya," ujar Valerie, "Lagian temannya kan masih ada."
"Sayangnya ini barang langkah yang memang hanya ada sepasang," ucap Elqueena.
"Yah... sayang sekali," ujar Valerie, "Kalau gitu aku harus cari kuas model lain."
"Kayaknya kamu pintar memilih kuas deh, Val," ujar Elqueena, "Bantuin aku pilih satu lagi dong."
"Boleh," ujar Valerie lalu menelusuri kuas-kuas di depannya.
"Hmm... yang ini bagus," ucap Valerie sambil menyerahkan kuas yang dipegangnya ke Elqueena.
"Memang tangan seorang dewi berbeda, semua barang yang diambilnya harganya harga surga," decak Elqueena.
"Mana ada, aku sendiri juga gak lihat harganya," ujar Valerie.
"Senior Queen, Val," ujar Ivy.
"Sudah nemu bukunya, Ivy?" tanya Valerie.
"Sudah," jawab Ivy.
"Tunggu sebentar ya, aku mau beli kuas," ujar Valerie.
"Santai aja, kita punya waktu seharian lagi," ucap Ivy, "Senior Arvena kemana?"
"Arvena ke tempat kertas dan batu tintah," ujar Elqueena.
"Kalau gitu aku susul senior Arvena aja, karena aku juga belum siapkan kertas dan batu tintah," ucap Ivy.
"Oke," ujar Elqueena, "Langsung ketemu di kasir aja nanti."
"Aku juga belum beli kertas dan batu tintah," ucap Valerie.
"Setelah kamu pilih kuas, kita baru cair batu tinta dan kertas," ujar Elqueena.
"Aku sudah selesai memilih kuasnya," ujar Valerie.
"Sudah selesai? Cepat sekali?" tanya Elqueena.
"Hmm... biasanya aku pakai yang ini," jawab Valerie.
"Enak kah?" tanya Elqueena, "Aku tahun lalu coba beli yang semacam itu dan sangat gak nyaman dipakai."
"Lumayan sih, tapi keterbatasan budget mau gimana lagi," jawab Valerie.
"Gak papa, di masa depan kamu pasti akan jadi kaya," ujar Elqueena dengan percaya diri.
"Kamu ini ada-ada aja," ujar Valerie.
"Serius," ucap Elqueena, "Kalau gak percaya, aku beri tau caranya biar kamu jadi kaya."
"Gimana?" tanya Valerie.
"Mintalah uang ke saudaraku," jawab Elqueena.
"Hmm... mari lupakan saja," ujar Valerie lalu berjalan menuju rak batu tintah.
"Tapi aku serius masalah di masa depan kamu akan jadi kaya," ujar Elqueena, "Kuberi tau kamu satu rahasia, aku bisa melihat masa depan."
"Iya, anggap saja aku percaya," ucap Valerie.
"Oke, kalau gitu kita buat kesepakatan," ujar Elqueena, "Nanti saat kamu punya uang, kamu harus traktir aku makan enak."
"Oke," ujar Valerie.