4. Playboy dan Cuci Mata

1499 Kata
"Wah... manisan," ujar Valerie. "Manisan di sini sangat enak, Val," ucap Elqueena, "Beda dengan manisan di Cloud Kingdom." "Sebentar, kamu tau aku dari Cloud Kingdom?" tanya Valerie. "Tentu saja tau, anak jenderal Estefano," jawab Elqueena. "Kamu juga dari Cloud Kingdom?" tanya Valerie. "Iya," jawab Elqueena, "Suatu saat kamu akan tahu." "Ya," ujar Valerie. "Kalian berdua dari satu kingdom," ujar Arvena, "Enak ya ketemu teman dari asal yang sama." "Kebetulan, hehe," ujar Valerie. "Untuk menyambut Valerie dan Ivy, hari ini aku akan mentraktir kalian berdua manisan," ucap Elqueena. "Jadi cuman mereka berdua aja yang kamu traktir, Queen," ujar Arvena. "Senior juga aku traktir," ucap Elqueena, "Pilih aja yang kalian mau." "Kita gak akan sungkan loh, Queen," ujar Ivy. "Silahkan," balas Elqueena. *** "Kalian perempuan kalau belanja memang lama ya," ujar Xander. "Kalau gak lama bukan perempuan," balas Elqueena. "Oke," ujar Xander, "Silahkan duduk para tuan putri. Segeralah pesan makan dan kita harus kembali paling lambat jam 3. Dan jam 5 harus sudah kumpul di aula utama." "Mau pesan apa?" tanya pemilik warung. "Aku mau wonton¹ aja 2 porsi," ujar Valerie. "Aku mie ceker," ucap Elqueena. "Aku juga mie ceker," ujar Arvena. "Aku juga mie ceker deh," ujar Ivy. "Kamu kenyang cuman makan wonton aja, Val?" tanya Alden. "Biasalah, Al, perempuan pada suka diet," jawab Xander. "Sembarangan aja, aku gak lagi diet, aku memang suka wonton," ujar Valerie, "Lagian kalau diet aku gak akan pesan 2 porsi." "Benar tuh yang dibilang Valerie," ujar Elqueena mendukung Valerie. "Aku juga masih pesan mie," ujar Arvena. "Tapi yang kecil," ucap Alden. "Bukan kita yang diet, tapi sana yang perut karet," balas Ivy. "Mantap, Ivy!" puji Elqueena. "Kalau si cantik yang bilang semua benar," ujar Xander. "Dasar playboy!" ujar Arvena. "Kalau laki-laki melihat perempuan cantik dibilang playboy, kalau perempuan melihat laki-laki ganteng disebutnya cuci mata. Betapa tidak adilnya dunia ini dalam menghakimi kami para laki-laki!" ujar Alden. "Sudah, sudah, makanannya sudah datang," ujar Valerie menengahi mereka. *** "Ini barangmu, Vy," ujar Elqueena sambil menyerahkan barang-barang yang dibeli oleh Ivy sebelumnya. "Terima kasih, senior," ujar Ivy sambil menerima barang-barangnya, "Aku duluan ya semuanya." "Hati-hati cantik," ujar Xander. "Abaikan mereka, Vy," ucap Arvena, "Segera taruhlah barangmu, lalu pergi ke aula utama." "Iya, senior," ujar Ivy. "Kalian masih lihat apa? Gak segera menaruh barang dan ke aula utama?" decak Arvena. "Segera, segera," ucap Xander. "Wkwk, ayo, kita sendiri juga harus buru-buru loh," ucap Elqueena. "Iya, Kak," ujar Valerie. Lalu mereka pun segera menuju tenda mereka. "Kalian masih lama kah?" tanya Xander. "Hmm... kalian ke aula utama duluan aja gak papa, aku masih menata barang sebentar," jawab Elqueena, "Kamu juga duluan aja gak papa Senior Arvena." "Oke, kita bertiga ke aula utama duluan ya," ujar Alden, "Kalian berdua jangan sampai terlambat loh." "Iya, Senior," jawab Elqueena. "Val, ini buat kamu," ujar Elqueena sambil menyodorkan sebuah kotak saat yang lain sudah pergi. "Apa ini, Kak?" tanya Valerie sambil menerima kotak yang disodorkan Elqueena. "Buka aja," jawab Elqueena. Kemudian Valerie membuka kotak tersebut dan mengembalikan ke Elqueena, "Aku gak bisa menerima barang ini, Kak." "Anggap saja itu hadiah perkenalan," ujar Elqueena. "Tapi ini terlalu mahal, Kak," ucap Valerie, "Aku gak enak, apalagi kita baru kenal. Aku juga gak menyediakan hadiah apapun untuk Kak Queen" "Ini namanya senior yang merawat juniornya," ujar Elqueena, "Lagian gak pernah ada sejarah, junior merawat senior, jadi kamu terima aja." "Ta-" "Gak ada tapi tapian," ujar Elqueena, "Lagian kalau kamu gak mau ambil, gak ada yang pakai, aku gak suka kuas dengan bahan giok putih." "Untuk kali ini aja aku terima," ujar Valerie, "Lain kali gak perlu memberikan aku hadiah semahal ini, Kak." "Apa kata lain kali itu," ujar Elqueena, "Ayo kita segera ke aula." "Iya, Kak," ujar Valerie. *** "Selamat datang di Staries Great Academy kepada murid tahun pertama! Dan selamat datang kembali di Staries Great Academy kepada murid tahun kedua, tiga, empat, dan lima!" ucap sang kepala academy yang disambut tepuk tangan meriah. "Tak terasa tahun ajaran baru akan segera dimulai," ujar sang kepala academy, "Tujuan kalian dikumpulkan di sini pada hari ini adalah untuk pengarahan misi pertama kalian di tahun ajaran baru ini, seperti biasa akan selalu ada opening journey untuk mengawali setiap tahun kalian di Staries Great Academy. Penjelasan akan dibawakan oleh Prof. Wilden." "Dalam opening journey ini kalian akan diminta untuk menjelajahi hutan dan kalian diharuskan membantu para murid tahun pertama untuk mendapatkan binatang spiritual mereka. Dan ingat peraturan yang paling dasar, kalian harus memastikan seluruh anggota kembali, jadi tugas utama kalian adalah memastikan keselamatan anggota tim kalian, terutama murid-murid tahun pertama dan jangan lupa tugas lain kalian adalah mengumpulkan 5 bendera yang terdiri dari 4 bendera yang masing-masing berlogo 1 asrama yang berbeda-beda dan 1 bendera berlogo academy untuk menjadi pemenang. Sudah siapkah kalian untuk membawa tim kalian menjadi yang terbaik?" jelas Prof. Wilden. Kemudian suara tepuk tangan mulai terdengar. "Silahkan kepada ketua tim untuk membentuk 10 barisan di bawah panggung," ujar Prof. Wilden saat tepuk tangan sudah mulai meredah, "Dan untuk anggota elite dipersilahkan untuk memberikan perlengkapan opening journey." Setelah itu para anggota elite mulai memberikan tas kepada para ketua tim yang telah berbaris. Setelah menerima tas itu, para ketua tim kembali ke tempat duduk masing-masing. "Mari berikan tepuk tangan untuk diri kalian sendiri!" ujar Prof. Wildan yang disambut tepuk tangan meriah. "Terima kasih," ujar Prof. Wildan, "Selamat berjuang untuk kalian!" "Mari kita mulai acara makan malamnya," ujar sang kepala academy. *** "Apa aja yang kita terima?" tanya Valerie saat mereka kembali ke tenda. "Duduk dulu," jawab Alden lalu menuju ke meja di tengah tenda dan diikuti yang lainnya. "Apa ini?" tanya Alden setelah mengeluarkan sebuah benda seperti tusuk sate namun dari tembaga dan terdapat hiasannya. "Ah... ini tusuk rambut," ujar Valerie. "Apakah kita perlu tusuk rambut?" tanya Alden, "Aku rasa seharusnya gak perlu deh." "Kalau gak mau kasih aja ke aku," jawab Valerie. "Nih," ujar Alden sambil memberikan tusuk rambut yang dipegangnya ke Valerie. "Terima kasih, Senior," ujar Valerie. "Tuang aja langsung di meja, Senior Al," ujar Xander. "Oke," ucap Alden lalu menuangkan isi tasnya di meja. "Buku kosong?" tanya Elqueena, "Mereka nganggur sekali memberi kita buku kosong. Memangnya kita mau mencatat apa selama di hutan." "Lilin," ujar Xander, "Untuk apaan? Menerangi tenda kah?" "Nih juga rantai untuk apaan?" ujar Arvena. "Aku tau, ini pasti berguna untuk Valerie nih," ucap Xander lalu memberikan rantai tersebut ke Valerie. "Kenapa aku butuh rantai?" tanya Valerie dengan bingung sambil memandang rantai di tangannya. "Kan kamu perlu menangkap binatang spiritual, kalau kamu gak bisa membuat kontrak dengan mereka, ya kamu paksa aja mereka dengan rantai ini," ujar Xander. "Sembarangan aja!" ujar Elqueena lalu mengambil rantai dari tangan Valerie, "Jangan dengarkan omongan sesat mereka, kalau kamu gak bisa membuat kontrak dengan binatang spiritual tersebut, berarti memang gak bisa, jangan dipaksa. Nanti efeknya bisa menakutkan, lebih baik benda ini aku aja yang menyimpan." "Dan benda terakhir adalah kembang api keselamatan," ujar Alden sambil memegang sebuah kembang api. Tuk... Ciut... duar... "Alden!" teriak Arvena, Xander, dan Elqueena bareng-bareng. "Bisakah meminta kembang api keselamatan lainnya?" bisik salah seorang murid yang menyaksikan ledakan kembang api. "Mereka ngapain?" "Ceroboh!" Terdengar bisikan-bisikan di luar tenda, karena kembang api yang mereka ledakan. "Kalian gila ya?" teriak suara dari luar tenda. "Hmm... gak papa, i-i-" jawab Arvena dengan terpatah-patah. "Oo, itu, itu karena kami yakin kami pasti selamat, jadi kami gak perlu kembang api ini, iya gitu," ujar Elqueena. "Terserah kalian, kalian gak selamat pun aku gak peduli, tapi pastikan aja murid tahun pertama yang kalian bawa kembali dengan selamat!" ujar seseorang dengan kejam kemudian masuk kembali ke tendanya. "Lihat apalagi? Bubar semua! Segera tidur, jangan lupa besok masih harus kumpul di pintu masuk hutan jam 5!" ujar seorang lainnya lagi. "Hmm... maaf, aku gak sengaja," ujar Alden. "Santai aja kali, Al," ucap Arvena, "Lagian sudah terjadi." "Queen, kamu keren banget tadi!" decak Xander. "Sembarangan aja! Dari mananya keren!" omel Valerie, "Dengan jawaban seperti itu percayalah, besok saat sesuatu terjadi gak akan ada yang mau bantu kita." "Maaf, aku juga bingung harus jawab apa," ucap Elqueena. "Tapi gapapa, yang penting menyelamatkan harga diri dulu," ujar Valerie sambil mengepalkan tangannya di udara. "Omong-omong tadi orang yang sombongnya ampun-ampun itu siapa?" tanya Valerie. "Itu Senior Carlotte, wakil guard asrama kita," jawab Elqueena. "Gila sih itu, kejam sekali," jawab Valerie, "Seolah-olah kita berhutang sejuta koin emas." "Sebenarnya maksud dia baik kok, cuman cara dia ngomongnya aja yang kasar," ucap Arvena. "Biasalah, gelarnya aja tsundere of asrama Azure," ujar Xander. "Terus apa yang harus kita lakukan dengan buku kosong ini?" tanya Elqueena. "Ada yang punya elemen api gak?" tanya Valerie. "Aku," jawab Elqueena. "Bukannya elemen Kak Queen Logam?" tanya Valerie. "Aku punya elemen ganda," jawab Elqueena. "Wah... keren," ujar Valerie. "Biasa aja deh, Val," ucap Elqueena, "Kembaranku yang luar biasa, triple element." "Dua elemen itu sudah lumayan, Kak," ujar Valerie, "Aku cuman 1. Nyalain lilinnya, Kak." "Kamu mau ngapain, Val?" tanya Xander, "Jangan bilang kamu membakar bukunya." "Sembarangan aja," jawab Valerie, "Ini tuh strategi rahasia militer. Mana bukunya?" *** Wonton¹ : makanan berupa daging cincang yang dibungkus lembaran tepung terigu yang direbus dalam sup (pangsit kuah).
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN