9. Pergi Bersama untuk Pertama Kalinya

1442 Kata
"Kediaman jenderal begitu miskin?" tanya Elquino saat mengingat masalah di toko tadi. "Ah... tidak, hanya saja aku yang cukup boros, hehe," ucap Valerie, "Setiap bulan kami mendapatkan 5 koin emas semenjak umur 3 tahun, tapi setiap bulan aku selalu memakai sekitar 1-2 koin emas sehingga tabunganku hanya sedikit, selama 10 tahun aku menabung 416 koin emas, ditambah tabungan yang Mamaku berikan sebelum pergi terakhir kali, aku punya 566 koin emas. 50 koin emas aku pakai untuk membayar biaya tes academy dan 500 koin emas aku pakai untuk membayar biaya tahun pertama academy, jadi sisa koin emasku tidak banyak." "Hmm? Bukankah hadiah pertunangan dari kerajaan ada 5.000.000 koin emas?" tanya Elquino. "Semua uang itu masuk ke dalam keuangan rumah tangga yang dikelola nenekku," jawab Valerie. "Keterlaluan! Ayah pangeran ini memberikan uang itu untuk menantunya, bukan untuk nenek menantunya!" ujar Elquino. "Tapi setiap penghasilan dari satu rumah memang selalu diserahkan kepada nenek untuk dikelola," ucap Valerie. "Apakah menurutmu hadiah pertunangan juga termasuk penghasilan? Liburan academy saat kita pulang, pangeran ini akan mengurusnya," ucap Elquino. "Tidak perlu, Senior, aku bisa menghasilkan uang sendiri," ujar Valerie. "Kamu tidak perlu susah-susah menghasilkan uang, Val," ujar Elquino, "Seluruh manor pangeran ini adalah milikmu juga." "Bukankah tidak ada yang salah dengan memperkaya diri?" ucap Valerie. "Memang, tapi aku gak mau kamu kecapek-an yang membuat aku terlihat seperti tunangan yang tidak bertanggung jawab," ujar Elquino. "Tentu saja tidak," ucap Valerie. "Aku pengang janjimu," ujar Elquino, "Kamu bisa panggil aku dengan nama saja, Val, tidak perlu terlalu formal." "Bagaimana bisa? Kamu adalah senior di academy ini dan pangeran di Cloud Kingdom," bantah Valerie. "Kamu gak berniat memanggil aku di academy senior dan di kingdom pangeran bukan?" selidik Elquino. "Ten-ten-tentu saja seperti itu," ujar Valerie. "Aku merasa kamu gak bisa menerima pertunangan kita," ujar Elquino. "Bukan seperti itu maksud aku!" ujar Valerie. "Jika kamu masih memanggil aku senior, maka akan ada hukuman yang menunggumu," ucap Elquino. "Kak El, aku gak sengaja," pasrah Valerie. "Putri pangeran ini sangat pintar," ucap Elquino dengan puas. "Taruhlah barangmu di tenda, kemudian kita akan ketemu di aula asrama Pheonix," ujar Elquino. "Oke," ujar Valerie. --- "Bagaimana kamu bisa masuk ke sini?" tanya sesorang tiba-tiba saat Valerie menghampiri meja yang berisi Elquino dan teman-temannya. "Hmm... aku murid Prof. Eldenio," ujar Valerie. "Duduk, Val," ucap Elquino. "Kamu sudah mengenalnya?" selidik Hazel. "Hmm...," gumam Elquino. "Dia akan gabung dengan tim kita, 'kan?" tanya Yura dengan bersemangat. "Hmm...," gumam Elquino. "Siapa namamu?" tanya Yura. "Valerie," jawabnya. "Aku Yura," ujarnya. "Aku Hazel," ucapnya. "Aku Steven," ucapnya. "Kalau ada kesulitan kamu bisa tanya kami," ujar Yura. "Kelas yang kalian ambil dengan Valerie berbeda," ucap Elquino. "Kamu ini gak tau yang namanya keramahan ya!" kesal Yura. "Kalau kalian termasuk ramah, gak ada lagi orang ramah di dunia!" cibir Elquino. "Temanmu sekalinya ngomong panjang menyebalkan sekali, Stev," ujar Yura. "Sepertinya dia bukan hanya temanku saja," ujar Steven. "Daripada kalian ribut gak jelas gini, mendingan kita mulai makan deh," ujar Hazel. "Yang kamu pikirkan setiap hari makan mulu!" cibir Yura. "Sembarangan aja, tiap hari aku tuh mikirin cara membuat s*****a," ujar Hazel. "Senior Hazel belajar persenjataan ya?" tanya Valerie. "Benar sekali! Keren kan aku?" ujar Hazel. "Iya, keren," ucap Valerie. "Kamu pindah aja ke kelas khusus persenjataan gantiin senior Yura," ujar Hazel. "Apa maksudmu, hah? Dasar junior gak tau berterima kasih, saat kamu kesulitan siapa yang bantu kamu," cibir Yura. "Sekarang sudah gak kesulitan, jadi sudah gak butuh bantuan," ucap Hazel. "Begini kalau orang habis pakai jembatan dibongkar," ujar Yura. "Biasakan saja," bisik Elquino. "Kalian berdua bisik-bisik apa?" tanya Yura saat melihat Elquino dan Valerie yang berbisik. "Hanya takut juniorku mengira di sini ada orang gila," jawab Elquino. "Elquino!" teriak Yura dan Hazel bersamaan. "Kurasa memang begitu," ujar Steven mendukung pendapat Elquino. "Steven!" teriak Yura dan Hazel bersamaan sekali lagi. "Sepertinya aku harus keluar biaya untuk berobat telinga," gumam Valerie yang membuat Yura dan Hazel memelototi Valerie. "Kita bisa pindahin barang ke kamar hari ini atau besok?" tanya Yura. "Seharusnya hari ini gak masalah, nanti malam pasti sudah ada banyak yang kembali," jawab Steven, "Kalau nunggu besok takutnya kita harus berdesak-desakan." "Kalau gitu habis ini kita ke tendanya Valerie aja," ujar Yura. "Gak usah, Senior," tolak Valerie, "Barang-barang Senior pasti masih belum masuk juga." "Barang kami sebagian besar sudah masuk di asrama, Val," ucap Hazel, "Karena khusus asrama kita tidak ada perpindahan kamar setiap tahun. Kecuali kalau kamu awalnya adalah murid biasa, kemudian menjadi murid inti atau sebaliknya." "Jangan kamu tolak, lagian kamu gak akan bisa bawa barangmu sendiri," ujar Elquino. "Ini baru senior yang baik," ujar Steven. "Selama ini aku galak?" tanya Elquino. "Gak juga sih, kan kamu baru jadi senior," jawab Steven. "Hmm...," gumam Elquino. --- "Tasmu unik sekali, Val?" tanya Yura saat Valerie mengeluarkan 2 tas koper. "Hehe... itu iseng aja biarin gak berat, jadi tasnya kukasih roda," jawab Valerie. "Barangmu hanya ini aja, Val?" tanya Elquino. "Ada lagi, sebentar," jawab Valerie lalu masuk ke dalam tendanya lagi. "Perempuan memang masih perempuan!" decak Steven saat melihat 10 kantong kertas yang dikeluarkan Valerie. "Kamu 1 kali keluar dari academy belanja segini banyaknya, Val?" tanya Hazel. "Itu dua kali keluar," jawab Valerie, "Karena aku ambil kelas khusus tentu saja belanjaanku lebih banyak dari murid lainnya, selain itu, aku juga murid tahun pertama." "Oke, masuk akal, murid tahun pertama perlu memberi kuas, batu tinta, kertas, dan buku," ujar Hazel. "Kamu beli kuali alkimia juga, Val?" tanya Steven saat melihat Valerie mengeluarkan kuali alkimia. "Besok aku akan tes alkimia dan kalau keterima, aku akan masuk ke dua kelas khusus," jawab Valerie. "Nampaknya dua tahun ini terlalu gak masuk akal," ujar Yura. "Gak masuk akal kenapa, Senior?" tanya Valerie. "Kamu dan Elquino sudah seperti bukan manusia," jawab Yura. "Buku-bukumu masukan ke ruang partialku saja, Val," ucap Elquino. "Kenapa gak semua aja masukin ruang partialmu, El?" tanya Yura. "Sembarangan aja," jawab Steven, "Ini tradisi ya, bagaimana pun kita harus membantu murid tahun pertama. Ini menandakan bahwa kita menyambut mereka dengan ramah." "Tapi berat," ujar Yura. "Ini juga bukan pertama kalinya kamu melakukan, Yura!" ujar Steven. "Kamu bawa manisannya Valerie aja, Senior Yura," ucap Hazel sambil menyerahkan tas kertas yang berisi manisan. "Kamu bawa papan arraymu saja, Val," ucap Elquino. "Benar itu, biar lainnya kami yang membawa," ujar Hazel. "Aku bawa kuali alkimianya," ucap Steven, "Kalian bawa tasnya aja satu-satu." Kemudian mereka segera menuju ke asrama Pheonix dan naik sampai lantai 5, kemudian meletakkan barang-barang Valerie. "Selamat menata barang, Val," ucap Yura. "Terima kasih, Senior," ucap Valerie. "Kami tinggal dulu, Val! Kita mau ambil barang kita," pamit Steven. "Iya, Senior," ucap Valerie. "Kak El, gak ikut yang lainnya ambil barang?" tanya Valerie. "Sebentar lagi, aku akan membantumu menata ruang belajarmu dulu," jawab Elquino sambil membawa pot alkemis Valerie menuju ruang belajar. "Aku tata sendiri gak masalah, Kak," ujar Valerie. "Kamu bisa menata kamar tidurmu," ucap Elquino, "Tanpa batahan." "Terima kasih, Kak," ucap Valerie. "Huh... capek juga ternyata," ujar Valerie saat keluar dari kamar. "Besok siang, kita makan di luar, Val," ucap Elquino. "Acara apa, Kak?" tanya Valerie. "Ini kayak kebiasaan aja, jadi setiap antara murid inti setiap ada murid baru selalu akan makan-makan di luar," jawab Elquino. "Untung asrama lain gak kayak gitu, bisa bangkrut," ujar Valerie. "Karena di asrama Pheonix yang masuk setiap tahunnya hanya sedikit, paling banyak hanya 6 dan belum tentu setiap tahun ada yang jadi murid inti," ucap Elquino. "Oke," ucap Valerie. "Kita malam ini masih tidur di tenda, 'kan?" tanya Valerie. "Iya," jawab Elquino, "Jadi setelah bersih-bersih nanti kembalilah ke tenda." "Oke," ujar Valerie. "Aku tinggal, Val," pamit Elquino. "Iya, Kak," balas Valerie. Setelah semua seniornya pergi, Valerie mengeluarkan alat sapu dan pel yang dia bawa dari dimensi bumi. Setelah itu, ia mengeluarkan karpet berbulu untuk ditaruh di ruang tamu. Setelah itu, Valerie melihat ruang belajarnya. "Untungnya belajar array tidak butuh tempat besar seperti alkimia dan persenjataan, kalau gak, gak akan cukup ruangan ini," ucap Valerie, "Sepertinya aku butuh minum kopi untuk belajar alkimia yang bekum selesai." Kemudian Valerie memasuki ruang angkasanya. "Jadi ingin makan cheese cake," ucap Valerie setelah masuk ke ruang angkasanya. Kemudian Valerie meminum es kopi dan makan cheese cake dulu baru kembali ke tenda. --- "Barang-barangmu sudah kamu masukin kamar ya, Val?" tanya Elqueena saat Valerie baru kembali. "Iya," jawab Valerie. "Memang paling enak kalau masuk asrama Pheonix," ujar Arvena, "Kalau kita harus menunggu sampai semua kembali dan baru nanti akan diarahkan oleh kepala asrama." "Mau gimana lagi," ucap Alden, "Kita tidak punya otak sejenius Valerie." "Sudah, sudah, bubar, lihat tuh Valerie mau belajar, kalian ganggu sampai gak jadi belajar," ujar Xander. "Terima kasih, Senior Xander," ucap Valerie. "Santai aja, Val, memang orang gak peka itu harus diingatkan baru tau." "Kamu tuh yang peka!" ujar Elqueena, Arvena, dan Alden bersamaan. ---
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN