27

2055 Kata

Karena setelah Adelia kembali, yang ia temui hanya kekosongan. Ruang tamu yang redup, jendela yang tertutup dan rasa yang meluruh. Tidak tahu harus katakan apa saat sang suami masih terbangun, Adelia berpikir berendam air hangat mampu mengurangi intensitas tegang pada syaraf dan kepalanya. Yang nyaris meledak sebentar lagi. Berhati-hati agar tidak menyentuh lukanya yang masih basah. Mengabaikan peringatan sang perawat tadi yang memintanya untuk lekas tidur, tidak memaksa untuk membersihkan diri. Tetapi, Adelia merasa harus mandi. Tubuhnya sepenuhnya lengket karena keringat dan airmata. Dia ingin meninggalkan semua bekas menyedihkan itu untuk menjadi dirinya yang baru. Yang terkesan angkuh tanpa keraguan. Lima belas menit waktu yang cukup. Tidak lebih, dan sama sekali pas untuk membuat d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN