36

4084 Kata

Devan Taka termangu di depan pintu kamar. Tercenung dalam diam kala mata kelamnya menyapu nanar pada hujan deras di luar sana dan pada suara bantingan gelas yang membuat kupingnya berdengung sakit. Ini bukan sekali atau dua kali dia mendengar suara ribut ini mampir setiap malam di kamarnya. Membuat napasnya sesak dan kedua matanya memburam. Devan Taka bukan lagi anak usia lima tahun yang akan meringkuk di bawah meja ketika mendengar orang tuanya bertengkar. Tapi anak tetaplah anak, dan dia merasakan sakit itu menyengat sampai sekujur tubuhnya mati rasa. Taka memberanikan diri membuka pintu kamar. Menemukan ibunya masih meraung-raung tak terkendali, bagai kesetanan dengan terus melempar benda di sekitarnya pada sang suami. "Apa? Kau mau apa sekarang? Mengambil putraku? Mati saja kau!" K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN