Aksa melewatkan makan malam tanpa bicara apa pun. Saat Adelia menyusulnya ke kamar, meminta Ilana untuk memeriksa pintu dan segera istirahat, dia baru bisa melepas lelah. Menatap nanar pada pemandangan kamar yang masih menyala terang, pandangan mata Adelia jatuh pada sang suami yang duduk dengan meluruskan kaki, bersama laptop di pangkuan. Jam menunjukkan pukul sembilan. Adelia menatap televisi yang mati, lalu berpikir keras. Antara harus duduk menonton, atau pergi tidur. "Kemari. Duduk di sini." Aksa menggeser laptop dari pangkuannya. Menatap sang istri yang menatapnya ragu dengan dagu mengendik samar. Menyisakan tempat kosong yang cukup lebar di sisi ranjang. Adelia menurut dalam diam. Saat menyelipkan selimut tebal itu untuk membungkus dari sepanjang kaki sampai pinggulnya. "Kau s

