39

3055 Kata

"Kau baik-baik saja?" Adelia menoleh untuk mendengar suara cemas Ilana. Tangannya tanpa sadar menurunkan potret gambar dirinya dengan pandangan berkabut sekaligus hancur. Sudut bibirnya tertarik naik, memberi Ilana pengertian. "Aku baik," dustanya. Tidak tahu kalau sekarang dia gemetar hebat dan hampir menangis karena derita. Ilana mengangguk. Gadis itu mundur dan bergerak pergi. Membiarkan Adelia sendiri di tengah remangnya ruangan karena lampu telah dimatikan. Matanya melirik pias pada pintu kamar yang tertutup. Napasnya bergerak cepat. Haruskah dia masuk? Atau tetap di sini? Tidur dan bersikap tidak terjadi apa-apa? Dira ada benarnya. Adelia harus bicara untuk menuntaskan kesalahpahaman. Dengan Aksa yang terbuka, timbal baliknya harus dengan sikap yang sama. Aksa mungkin tahu Akse

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN