52

1425 Kata

"Bibi Anne!" Suara cempreng Kania berhasil menarik atensi Anne yang tengah berdoa di depan makam sang kakak. Ketika senyum gadis itu melebar dan Kania berlari melompati dedaunan untuk memeluk bibi kesayangannya. "Uh, sayangku. Aku merindukanmu." Anne memberi kecupan di sepanjang pipi dan pelipis gadis kecil itu. Membuat Kania terkikik geli. Saat Anne memainkan rambut panjangnya yang terkepang cantik, dan berlalu menatap Adelia yang tersenyum. Mengambil tempat di sebelah Anne. "Baru dua hari yang lalu bertemu, kau sudah rindu?" "Rindu!" balas Kania riang. Dan menatap makam Aksel dengan senyum yang sama. "Aku juga rindu pada Paman Aksel!" Anne tersenyum manis. Mengusap lembut pipi tembamnya dan membawa Kania ke atas pangkuannya. "Sini, duduk bersamaku." "Kakak masih di sekolah. Dia ti

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN