51

2187 Kata

Kenangan-kenangan manis itu tertata apik dalam satu meja panjang. Dengan deretan gambar-gambar yang menghangatkan hati. Dan bagaimana Adelia berusaha keras menjaganya untuk tetap bermakna dan tak lekang oleh waktu. Senyumnya terbit. Manakala matanya menatap gambar kedua anaknya yang tumbuh dengan baik. Sudah delapan tahun berlalu, dan semua masih terasa sama seperti pertama kali. Sebelum dirinya benar-benar melepas pandangan mata dari senyum lebar yang merekah manis, dia mendengar samar-samar tawa ceria, juga pada suara kaki yang perlahan mendekat, dan kemudian mendorong pintu sampai terbuka lebar. Mendapati putri kecilnya berlari dengan tawa dan kedua pipi tembamnya memerah. "Mama!" Adelia lantas menaruh pigura kayu itu kembali ke tempat semula. Menarik lengan sang anak untuk ia bawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN