Adelia terpaku sebentar. Menatap lekat mata itu dan terdiam. Menarik napas sesak saat rasa sakit bercampur ketakutan menari-nari di mata suaminya. "Kau mencintaiku?" "Kau ingin jawaban jujur dariku?" Aksa termangu. Tanpa berniat sama sekali memindahkan tubuhnya dari atas tubuh sang istri. "Ya." "Sebelumnya aku hanya melihatmu sama dengan pria lain di luar sana. Aku tidak mengenalmu secara baik, dan aku tidak bertanya pada Dira tentangmu. Aku hanya menerka-nerka, bertaruh pada diriku sendiri." "Tapi beberapa keadaan merubah pandanganku terhadapmu. Kau bukan Delana Andhra yang gemar berteriak bahkan membentak, kau bukan Dexa Daro yang suka melakukan kekerasan kalau permintaannya tidak dipenuhi. Aku dilingkupi para pria kasar selama aku hidup dan selama Aksel terbaring." Adelia menarik

