"Kau tidak akan bisa memperkarakanku semudah ini, pecundang." Ucapan Delana Andhra sama sekali tidak membuat ego Aksa runtuh sedikit saja. Pria b******k dengan akar masalah yang sudah mencekik dalam seharusnya diberi hukuman setimpal. "Kenapa? Apa kau berduka setelah Aksel mati? Kau seharusnya sadar, Devan. Adelia tidak bisa hidup tanpa Aksel. Yang mana itu artinya, dia sebentar lagi menyusul kekasihnya pergi. Dia akan mati." Zura melirik Aksa dalam diam. Takut-takut kalau sahabatnya kalap dan keadaan menjadi ramai karena Aksa tersulut. "Masih tidak percaya?" Andhra mencibir dengan senyum mengejek. "Cinta Adelia hanya untuk Aksel, bukan siapa pun. Aku membunuh Aksel saja tidak mampu. Dan akhirnya? Dia pergi karena penyakitnya sendiri. Sungguh amat menyedihkan." Aksa masih diam. Iris m

