Belum banyak berubah selepas Aksel pergi. Dengan Adelia yang masih rutin mengunjungi, mengantongi izin sang suami yang memperbolehkannya pergi asalkan kembali tepat waktu. Merelakan semua yang sempat Adelia genggam, membuatnya belajar banyak hal. Terutama saat matanya menunduk, menatap perutnya sendiri yang belum membuncit. Setiap kematian akan tergantikan kehidupan yang baru. Kutipan manis benar adanya di setiap-setiap buku yang pernah Adelia baca. Senyumnya lekas terbit. Mengusap nisan Aksel dengan taburan bunga di atas gundukan tanah. Sebelumnya ada sebuket bunga krisan putih tertempel. Adelia tahu, Anne baru saja datang untuk berkunjung sebelum dia pergi bekerja. "Aku pernah katakan ini padamu sebelumnya. Andai kata kau pergi, membiarkan aku berjuang sendiri di tengah kerasnya hidup

