Selama nyaris satu jam Adelia lumpuh di dalam kamar inap, kini dia bisa menghela napas lega. Bukan lega dalam arti dia bebas, lega karena dia akhirnya tidak perlu menatap wajah kesakitan milik Aksel dan desakan pria itu yang memintanya untuk pergi. Adelia harus kembali ke rumah, begitu katanya. Memintanya untuk menjaga kandungan dan tetap sehat sampai persalinan. Tidak banyak yang pria itu katakan setelah semua kalimat yang menyayat hatinya telah keluar. Menyeruak masuk dan membuat Adelia tidak berdaya. Aksel mencintainya. Adelia tidak akan meragukan cinta itu untuknya. Begitu pula dirinya. Tapi satu kalimat tanya hampir membuatnya kalah telak. Hanya kalimat sederhana, namun terselip rasa penasaran yang membuncah. "Kau mencintai suamimu, kan?" Berakhir dengan Adelia yang diam. Berdiri

