Perjalanan Memohon Restu 3

1444 Kata

Mikhayla tersadar dari tidurnya tepat ketika jam menunjuk pukul 13.30. Dengan malas dia bangkit turun karena tenggorokannya terasa kering dan tidak nyaman. Di tatapnya pintu kamar Gibran yang berada di seberang kamarnya dengan tatapan haru lalu ia pun berlalu sebelum air matanya kembali jatuh. " Sudah bangun Mik?" sapa mbak Sherly begitu terdengar suara langkah kaki gadis itu menuruni tangga. " Iya mbak. Mbak dari kapan di sini?" tanya Mikha sambil meneguk air langsung dari botol. " Dari pagi lah. Mas Joe sama gue khawatir sama elo." jelas mbak Sherly. " Oh...makasih ya mbak Uda khawatir gue. " sahut Mikha. " Sana mandi dulu. Badan elo bau! kalau Joe tau bisa di omel ntar." perintah mbak Sherly. Mikha hanya menurut dan kembali ke kamarnya, memang meskipun mereka sudah terbiasa dengan alkoh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN