Sebuah Restu

1411 Kata

Dylan terbangun kebingungan, sedangkan gadis di sampingnya hanya menatap dirinya tajam. " Kita di mana sih ini?" tanyanya dengan perasaan asing. " Pom bensin " jawabnya singkat. Dylan mengerjap, dan langsung duduk menegakkan badannya. Dylan celingak celinguk dan langsung keluar mobil berlari ke arah toilet. Mikha sejenak memejamkan matanya, mengistirahatkan sejenak pikiran dan badannya. Ternyata pergi ke Kediri membawa mobil lebih menguras tenaga dari pada membawa motor. Belum ada 10 menit matanya terpejam, ia di kagetkan oleh suara pintu mobil yang di tutup dengan kasar. " Elo gila? kita Uda di Kediri ini !?" teriak Dylan. Mikha hanya melirik dan memasang wajah datarnya. " Elo mau urusan kita di sini cepat selesaikan? Terlalu lama nunggu besok di antar mas Joe." jelas Mikhayla santai. Den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN