Tidak ada yang tahu seperti apa takdir yang di rencanakan oleh Tuhan untuk para umatnya, sebagai umatnya manusia hanya bisa berusaha dan berusaha, urusan hasil dan juga akhirnya biarlah Tuhan sendiri yang menentukan. Seperti halnya Viana, siapa yang menyangka jika dirinya akan mengidap sebuah penyakit yang sangat mematikan, jika bukan karena kuasa Tuhan mungkin kini namanya sudah di pahat di sebuah batu nisan yang di tancapkan di atas tanah pemakaman. Tidak ada satu orang pun yang menjadi tumpuan hidupnya, hanya Rani sahabat yang selalu ada untuknya, awalnya Viana benar-benar ingin menyembunyikan penyakitnya dari siapa pun termasuk Rani, bukan karena apa ia tidak ingin membuat repot orang lain, tapi semua di luar kendalinya akhirnya Rani tahu tentang penyakitnya tersebut. Tidak sampai di s

