Richo POV Karena terlalu pagi, belum banyak orang yang berlalu lalang di rumah sakit. Aku, ibu dan juga Kynar segera mendaftar lalu menunggu di ruang tunggu. Sebelum nantinya di panggil oleh psikiater. Cukup lama kami menunggu, juga ribetnya mengurus administrasi membuatku sedikit kewalahan. Setelah selesai semua aku kembali menghampiri ibu. Ku tanya ibu dengan lirikan mata, ibu hanya menjawab dengan gelengan kepala. Lalu kulihat Kynar yang nampaknya santai-santai saja dengan semuanya. Saat dia melirik ke arahku, otomatis senyum itu kembali tersungging indah di bibirnya. Astaga! Kenapa dengan jantungku ini. Tiba-tiba saja, dadaku menjadi bergemuruh seperti ini. Apa ini virus yang ditularkan Kynar melalui tatapan dan senyuman itu. Segera aku membuang muka dan mencoba meredakan jantungk

