2.11

5000 Kata

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Rencana Deril untuk bermain bola di lapangan tidak terlaksana. Ia sudah tidak memiliki mood untuk melakukan apa-apa. Jadi kini, cowok itu memilih berdiam diri di kelas bersama Agas dan Dava. Sedangkan Andi sedang memenuhi panggilan wali kelas ke ruang guru. Dava sedang membicarakan Gisel yang masih berada di rumah sakit karena tipes sejak dua hari yang lalu. Agas hanya setia mendengarkan walau sesekali cowok yang tidak bisa diam itu akan memukul-mukul muju dan berdendang. Baru Deril akan menelungkupkan kepala, Agas menjawil lengannya. "He, Ril." "Paan? Jangan ganggu, elah. Gue mau tidur." Tak mengindahkan peringatan temannya, Agas malah merapatka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN