* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Deril itu bukan orang yang sistematis apa lagi perfeksionis. Sama sekali bukan. Yang ada dua karakter itu adalah sifat utama yang dimiliki oleh sang istri, Shara Fressia. Tapi untuk kali ini, Deril juga gak habis pikir kenapa dirinya bisa sampai seniat ini buat mengatur jadwal untuk membagi waktu dan destinasi tempat yang sudah mereka berdua rencanakan sebelumnya. Sebelum tidur—walaupun Shara sudah mendengkur halus di pelukannya, cowok itu mengerjap-erjap, lalu menghitung hari, agar bagaimana caranya hari terakhir di Paris Shara benar-benar mau berada di hotel seharian sebelum ke bandara untuk kembali ke negara tercinta. Kalau waktunya cuman empat

