3.18

2662 Kata

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Deril dan Shara kembali ke ruang tamu berdua—bukan ruang tamu tempat keluarganya berkumpul, melainkan ruang tamu di sisi satunya yang mana diisi oleh teman-teman mereka berdua. Tidak banyak memang. Hanya ada Andi, Intan, Dava, Agas, Ana, Gisel, Jeff, dan Hanna. Tapi walaupun teman mereka hanya ada delapan orang, bisa-bisa telinga Deril sampai berdengung karena ramai sekali suara disana. “Hiya, ini yang kita tunggu-tunggu akhirnya muncul juga.” Agas berujar tepat saat Deril dan Shara baru akan mendudukkan diri di karpet bergabung dengan yang lain. “Gimana, Pak?” “Apanya, Nyet, yang gimana.” Deril mendengus atas pertanyaan Agas. “Muka lo tengil ban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN