"Maafkan saya, Bu ... Pak," kata sekuriti itu menjatuh lutut ke tanah yang sudah di semen. "Tolong jangan pecat, saya Pak. Saya punya istri yang sedang hamil," mohon lelaki itu memeluk kaki Aji. "Lain kali jangan seperti itu, apalagi menyebar gosip. Sudah bangun! Lalu lakukan pekerjaanmu," tutur Maura membuat Aji menoleh menatapnya lalu tersenyum. "Terimakasih, Bu. Sekali lagi maafkan saya," ujar lelaki itu sambil bangkit, Maura mengangguk sebagai jawaban. "Beruntung istriku, baik mau memaafkan. Bekerjalah dengan baik," seru Aji dibalas anggukan lelaki tersebut denga semangat. "Siap, Pak! Saya tidak akan mengecewakan kalian," seru lelaki itu dibalas anggukan sepasang suami istri tersebut lalu Aji mengajak Maura masuk ke perusahaan. Semua karyawan menatap mereka, ada beberapa sal

