Braks! Pintu terbuka dengan kasar terdengar. Ya, Daniel yang membukanya. Ia marah, setelah beberapa kali mengetuk pintu namun tak ada jawaban dari Bella, mau tidak mau Daniel membukanya dengan paksa, yaitu mendorong pintu itu dengan tubuhnya dengan kencang. “Bella..” Teriaknya, matanya mulai mencari keseluruh penjuru rumah. “Ck!” Daniel berdecak sebal, ia mencari kekamar Bella. Kosong! Tak terlihat batang hidung Bella. Daniel mulai berfikiran macam-macam. Ia takut Bella pergi kesuatu tempat dan melaporkan sikap buruknya pada orang lain. Terlebih, hari sudah mulai petang. “Keras kepala!” Daniel memutuskan untuk kembali keruang tengah. Ia menduduki sofa, dengan nafas yang menggebu-gebu. Bella melangkahkan kakinya masuk kedalam, ia menatap pintu dengan tatapan bingung, bahkan engsel

