“Papa...” Lirihnya Pelan, Ia segera menutup lembaran Album yang berisi foto Felly dan menyembunyikannya. “Bagus...” Raut wajah Papanya kini berubah menjadi menegang. Mungkin sekarang ia akan terciduk oleh Papanya, terciduk tengah membicarakan Felly seorang diri “Maaf Pa, tapi kenyataannya memang seperti it--“ “Maaf? Kerjamu bagus, Perusahaan ini mendapat keuntungan yang sangat besar, itu berkatmu Daniel.” Setidaknya dirinya bisa bernafas Lega. Ia fikir, ia sudah terciduk oleh Papanya. Karena Daniel sudah berjanji pada Papanya akan melupakan Felly , dibanding ia harus kehilangan jabatan, rumah dan segala yang ia punya. Braks.. Frans menggebrak meja yang ada dihadapannya. Amarahnya begitu menggebu-gebu, nafas kasar terdengar dari hidung mancungnya. “Daniel tidak akan sudi menerima

