“Makasih untuk malam ini ya, Nando.” Mata Putri melotot membaca pesan dari seorang perempuan yang baru saja meninggalkan rumahnya beberapa menit lalu. Bukan hanya pesan tersebut yang sebenarnya membuat Putri takjub. Ada banyak pesan lainnya yang tak pernah sekali pun mendapat balasan dari Nando. Putri membaca dengan cepat hampir semua pesan tersebut ketika Lina mengecek pesan tersebut. Lebih dari lima puluh pesan yang tak pernah dibalas. Lebih mirip dengan koran daripada dengan pesan singkat. Koran yang diawali dengan sebuah kalimat pembuka. Nando, ini aku Ayu, sepupunya Kak Puji. Seperti itu lah bentuk dari kalimat pembuka tersebut. Tak hanya itu, ada banyak ucapan. Dari selamat pagi, siang hingga selamat malam. Ada kalimat penyemangat hingga ucapan selamat makan. Bahkan ada tawaran m

