Seorang anak laki-laki berusia empat tahun berlarian keluar dari sekolah taman kanak-kanaknya. Seperti biasa, ia akan dijemput oleh sang paman. Mereka tidak memiliki hubungan darah, tetapi kasih sayang yang tercurah begitu besar. Emmanuel menyayangi Elman, sama seperti para kakaknya. Akan tetapi, kelima anak itu tak menginginkan Elman menggeser posisi sang daddy. Karena mereka masih menganggap keberadaan Erland di dalam keluarga ini. Elman berjongkok seraya merentangkan kedua tangannya, menyambut Emmanuel yang berhambur memeluknya. Sekilas, orang-orang akan menganggap Elman adalah ayah dari anak terpintar di kelas. Meskipun baru beberapa minggu bersekolah, Emmanuel berhasil menunjukkan kemampuannya dalam hal akademik. Anak itu tak pernah mau belajar, tetapi Tuhan mengkaruniakannya otak ya

