Seharian ini, Eleana terus dilanda rasa gelisah. Ia takut apa yang dilihatnya adalah benar. Tak mungkin jika Erland bisa menemukannya setelah pergi jauh ke desa pelosok ini. Ia harap, penglihatannya yang salah. Karena bagaimanapun, ia tak mau kembali ke dalam cengkeramannya. Ia ingin hidup bebas bersama anak-anak. Tak masalah jika mereka tak memiliki sesosok kepala keluarga. "Mom," panggil Edzard menghampiri sang mommy yang terduduk sendirian di atas karpet. "Kenapa Bang? Abang membutuhkan sesuatu?" tanyanya berusaha menyembunyikan rasa gelisah yang semakin menjadi. Edzard menggeleng dan membaringkan tubuh di karpet. Kemudian menjadikan paha Eleana sebagai bantalan kepalanya. "Apa yang menganggu pikiran Mommy? Sejak kemarin aku perhatikan, Mommy lebih banyak diam." "Mommy tidak pap

