Seorang wanita menatap interaksi kelima anak laki-laki dengan seorang pria asing di depan sana. Tanpa sadar, air matanya melolos. Mereka adalah cucu-cucunya. Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya ia bisa melihat mereka secara langsung. "Ersyand, lihatlah! Mereka terlihat sangat tampan. Betapa bodohnya putraku, yang telah menyia-nyiakan mereka," ujarnya pada adik Erland yang tersenyum samar. "Dia mirip seperti Kak Erland, Mam." Ersyand menunjuk Ezra yang tengah menikmati es tehnya. Mereka semua tidak menyadari jika ada dua pasang mata yang sejak tadi memperhatikan, karena Elisabeth dan Ersyand berada di dalam mobil. Ibu dan anak itu tak mau menunjukkan diri di hadapan mereka. Keduanya akan menunggu waktu yang tepat. Yang pasti, setelah membuat Erland merasa menyesal seumur hid

