Suara jeritan kesakitan dari seorang pria membuat semua orang membeku di tempat. Elisabeth, wanita itu tengah bersenang-senang dengan putra tercintanya. Dimulai saat Erland masih tak sadarkan diri, hingga kedua mata hitamnya terbuka cukup lebar. Erland tersadar, jika dirinya berada di dalam siksaan maminya sendiri. Sebagai pembalasan dendam istri dan anak-anaknya. "Lepaskan aku, Mam! Sampai kapan kau akan menyiksaku?!" teriak Erland menahan rasa kesakitannya. Elisabeth kembali melayangkan cambuk untuk kesekian kalinya. Ia tersenyum mengerikan membuat para bodyguard yang berada tak jauh di sana ingin pergi secepatnya. Namun, dilarang oleh Elisabeth yang ingin menunjukkan kekejamannya. Mereka hanya bisa memejamkan mata saat cambuk mengenai punggung sang tuan yang kedua tangannya diikat k

