Ezra mengangkat dagu ke arah mereka. "Apa? Kalian tidak mengaku nakal setelah membuat bantal milik bu Elis hancur? Kapuk-kapuk beterbangan kemana-mana dan buat mommy batuk-batuk. Sampai akhirnya, mommy suruh orang membersihkannya. Lalu kalian juga menghancurkan pot-pot bunga di depan kontrakan. Untung saja, pak Eko tidak marah. Jika tidak, pasti kita semua akan diusir!" omel Ezra meluapkan rasa kekesalannya. "Bukan itu saja, Ez. Mereka juga yang telah membuat tali jemuran bu Elis lepas sampai-sampai semua bajunya kotor dan harus dicuci ulang," lanjut Edzard tak habis pikir pada adik kembarnya yang senang sekali berbuat ulah. "Kalian masih tidak mau mengaku?" seru Ezra seraya melipat kedua tangannya di depan d**a. "Tidak. Kami hanya bermain-main, Bang, Kak Ez!" sanggah Eidlan yang mas

