Setibanya, Eleana dan anak-anak langsung menghampiri pohon belimbing yang berbuah lebat. Terkecuali Ezra yang terlihat menjauhkan diri. Erland menyadari, jika putra keduanya berbeda. Tidak seperti keempat anaknya yang masih bisa tersenyum atau pun tertawa. Ezra cenderung menyembunyikan segala sesuatu yang dirasakannya. Anak itu lebih sering diam dan tidak menanggapi hal yang terjadi di sekitarnya. "Ezra, apa yang kau pikirkan?" Ezra terkesiap. Ia menoleh ke sebelah kanan dan mendapati keberadaan sang daddy yang ternyata sudah duduk di sampingnya. "Tidak ada." Erland tersenyum dan hendak mengelus kepalanya, tetapi Ezra segera bergeser. Anak itu merasa tidak nyaman akan perubahan kedua orangtuanya. Apalagi dengan keharmonisan yang perlahan muncul di keluarga mereka. "Kenapa, Ez? Apa kesa

